Kemarau Ekstrem, 1.127 Warga Binaan Rutan Kelas I Tangerang Krisis Air Bersih
WARTAXPRESS.com- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang mengalami krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 1.127 warga binaan yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas I Tangerang Hermanto mengatakan, kebutuhan air bersih bagi seluruh warga binaan mencapai sekitar 35.000 liter setiap hari.
“Kami membutuhkan kurang lebih 35.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan air bersih narapidana,” ujar Hermanto, dikutip dari CNN Indonesia.
Berkurangnya intensitas hujan membuat ketersediaan air di lingkungan rutan ikut menurun.
Pihak rutan pun terpaksa melakukan penghematan penggunaan air agar kebutuhan dasar warga binaan tetap dapat terpenuhi.
“Situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga ketersediaan air serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Rutan Kelas I Tangerang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang guna memperoleh bantuan pasokan air bersih.
“Untuk koordinasi, sudah dilakukan ke BPBD dan Dinas Perkim Kabupaten Tangerang,” jelas Hermanto.
Di tengah krisis air tersebut, pihak rutan juga menggelar salat Istisqa dan doa bersama pada Jumat siang. Kegiatan itu diikuti pegawai dan warga binaan yang beragama Islam.
Salat Istisqa dilakukan sebagai ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan