Evakuasi Tangan Pekerja yang Terjepit Mesin Pengaduk Adonan, Petugas Damkar Gunakan Gerinda

Petugas Pemadam Kebakaran dari UPT Damkar Batuceper evakuasi tangan pekerja yang terjepit mesin pengaduk adonan

KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melalui UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Korban Batuceper menangani insiden kecelakaan kerja di salah satu perusahaan yang berlokasi di Pergudangan Arcadia Blok G3, Kecamatan Batuceper, Kamis (05/11/26).

Insiden tersebut berawal ketika organ tubuh salah seorang pekerja, yakni tangan kiri, secara tidak sengaja masuk ke dalam mesin pengaduk adonan tepung berkapasitas besar. Korban bernasib malang karena tangannya tersangkut dan terjepit bilah pengaduk berbentuk spiral saat hendak mengoperasikan mesin tersebut.

Rekan kerja sempat berusaha mengevakuasi tangan korban, namun upaya tersebut tidak berhasil karena terjepit cukup kuat. Mereka akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan dengan menghubungi petugas Damkar.

Komandan Regu (Danru) 1 UPT Damkar Batuceper, Ivan Alpian, segera menerjunkan empat personel setelah menerima laporan permintaan bantuan dari pihak perusahaan.

“Ketika laporan masuk pada pukul 13.00, kami terjunkan personel untuk segera melakukan penanganan dan kebetulan lokasi tidak jauh dari pos,” ujarnya.

Proses evakuasi tangan pekerja yang terjepit bilah pengaduk berlangsung sekitar 10 menit. Petugas Damkar terpaksa memotong salah satu bilah berbahan stainless steel di dalam mesin yang menjepit tangan korban.

“Penanganan dilakukan menggunakan alat bantu mesin gerinda milik perusahaan, kemudian memotong bilah di dalam mesin untuk memudahkan evakuasi tangan korban,” jelas Ivan Alpian saat dikonfirmasi.

Tangan kiri pekerja akhirnya berhasil dievakuasi dan dikeluarkan dari mesin pengaduk adonan. Korban dilaporkan tidak alami luka serius namun hanya mengalami luka ringan dan memerlukan pemeriksaan serta perawatan dari tim kesehatan.

“Tangan pekerja berhasil dievakuasi namun ada luka sehingga kami arahkan untuk mendapatkan pemeriksaan tim kesehatan di Puskesmas Batuceper,” pungkasnya.

BPBD Kota Tangerang mengimbau perusahaan untuk dapat menjalankan standart operasional prosedur (SOP) dan kehati hatian kepada pekerjanya saat operasikan salah satu mesin produksi, sehingga insiden kecelakaan kerja dapat dapat diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup