Status Gunung Anak Krakatau Turun Jadi Waspada, BPBD Tangerang Imbau Warga Tak Percaya Isu Tsunami
WARTAXPRESS.com- Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami penurunan. Badan Geologi menurunkan tingkat aktivitas gunung tersebut dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) mulai 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.
Penurunan status dilakukan setelah Badan Geologi melakukan analisis dan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas kegempaan cenderung menurun hingga 20 September 2026.
Kondisi tersebut juga didukung data deformasi yang menunjukkan adanya penurunan atau deflasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Mahdiar dalam keterangannya, Kamis 24 September 2026.
Badan Geologi menyebut masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan BPBD setempat.
Masyarakat juga diminta tidak mempercayai informasi mengenai isu erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang disebut dapat menyebabkan tsunami.
Meski status aktivitas gunung telah turun menjadi Level II (Waspada), sejumlah rekomendasi tetap diberlakukan.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau,” katanya.
Mahdiar mengatakan, BPBD Kota Tangerang masih memantau perkembangan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Masyarakat yang menerima informasi mengenai perubahan aktivitas gunungapi atau potensi dampaknya terhadap wilayah Banten diimbau terlebih dahulu mencari informasi melalui kanal resmi.
“Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi atau website Magma Indonesia serta kanal resmi Badan Geologi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan