Optimalisasi Pendapatan Daerah, Bupati Tanggamus Akan Tiru Aplikasi Sisgita Tangsel

Foto : H. Saleh Asnawi Bupati Kabupaten Tanggamus

Tangerang Selatan — Bupati Kabupaten Tanggamus H. Saleh Asnawi menekankan bahwa data geospasial memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor pembangunan. Mulai dari perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, hingga mitigasi bencana dan pelayanan publik, semuanya membutuhkan data yang valid dan berbasis lokasi.

Sejalan dengan itu, Pemkab Tanggamus akan meniru dan menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan Tangsel dalam meningkatkan kualitas layanan perpajakan tanah serta optimalisasi pendapatan.

“Kalau kita meniru, mencontoh seperti bagaimana cara, mekanisme-nya, itu kita disana akan bisa. Apalagi ini kan untuk meningkatkan kualitas layanan perpajakan tanah serta optimalisasi pendapatan,” kata Saleh Asnawi saat ditemui usia acara penandatangaan MOU dan PKS replikasi sistem integrasi geospasial informasi tanah dan pajak tanah (Sisgita) Senin (21/9/2026).

Saleh Asnawi mengatakan, penguatan satu data merupakan kebutuhan penting mewujudkan Pemerintahan yang mampu bekerja secara lebih terukur dan tepat sasaran.

Untuk itu, sambung Saleh Asnawi, transformasi tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tanggamus agar semakin terintegrasi dan berbasis data. Salah satu langkahnya, mempelajari langsung penerapan Satu Data dan pemanfaatan teknologi geospasial yang dikembangkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan

“Penguatan data merupakan salah satu dasar bagi pemerintah untuk menyusun perencanaan dan mengambil kebijakan,” ujarnya.

Saleh Asnwai mengungkapkan, teknologi geospasial memungkinkan pemerintah mengintegrasikan data dengan informasi berbasis lokasi atau kewilayahan. Pemanfaatannya dapat mendukung perencanaan pembangunan, pengelolaan wilayah, pelayanan publik, pemetaan potensi daerah, hingga pengambilan keputusan secara lebih efektif.

“Geospasial juga sangat penting bagi Kabupaten Tanggamus karena kita memiliki wilayah dengan karakteristik pertanahan dan pertanian. Informasi berbasis kewilayahan akan membantu pemerintah melihat kondisi daerah secara lebih utuh,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup