Ekonomi Global Sedang Tidak Baik, Investasi Kota Tangerang Justru Tembus Rp18,12 Triliun
KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang mencatat capaian positif kinerja Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) hingga triwulan ketiga tahun ini.
Total akumulasi investasi dari triwulan pertama hingga ketiga telah mencapai Rp18,12 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun atau setara dengan 120 persen.
Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Ahmad Bagja, merincikan capaian investasi per triwulan menunjukkan tren yang stabil. Pada triwulan pertama, investasi tercatat sebesar Rp5,45 triliun, kemudian meningkat pada triwulan kedua menjadi Rp6,28 triliun, dan pada triwulan ketiga mencapai Rp6,39 triliun.
“Meski ada satu triwulan lagi ke depan di triwulan keempat, dari target yang sudah ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun, kita sebetulnya sudah 120 persen karena akumulasi dari triwulan pertama ke triwulan ketiga itu sudah Rp18,12 triliun,” ujar Sugihharto dalam keterangannya.
Menurut Sugihharto, capaian ini menunjukkan kondisi Kota Tangerang yang relatif tangguh di tengah pengaruh dinamika ekonomi nasional maupun global yang kurang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk-bentuk investasi di Kota Tangerang masih terus berjalan dengan baik.
Terdapat perubahan pola bisnis yang dilakukan para investor terutama pada sektor pergudangan. Saat ini, banyak investor yang datang tidak lagi melakukan pembelian aset secara langsung, melainkan beralih ke skema sewa jangka panjang.
“Banyak investor yang datang ke lokasi yang bersangkutan itu tidak membeli sekarang, tapi menyewa. Si pengelola atau investor pergudangan itu merubah pola, tidak menjual tapi menyiapkan untuk dilakukan penyewaan,” jelasnya.
Skema sewa jangka panjang ini mulai dari 5 hingga 10 tahun banyak dimanfaatkan investor asing, termasuk dari Tiongkok, China, hingga Eropa. Pola ini dinilai membuat kondisi properti dan bangunan di Kota Tangerang tetap berjalan dan termanfaatkan dengan baik.
Sugihharto memaparkan sektor industri yang berkaitan dengan hilirisasi memegang peranan penting di Kota Tangerang. Sektor karet dan ban menduduki posisi yang sangat menonjol, terutama karena posisinya sebagai pusat hulu industri ban nasional yang ditarik ke wilayah Kota Tangerang.
“Kenapa karet itu ternyata dia menduduki posisi yang kedua? Karena hulunya karet dari mana-mana ditarik ke sini ke hilirnya, ke Gajah Tunggal, karena produksi ban,” terangnya.
Selain industri ban, sektor lain yang turut menopang investasi di antaranya adalah perdagangan jasa, telekomunikasi, kesehatan, pergudangan, perumahan, serta jasa lainnya.
Sementara itu, dari segi asal negara investor, lima negara terbesar yang menanamkan modalnya di Kota Tangerang didominasi Tiongkok (China), Singapura, dan negara-negara lainnya, dengan masuknya Belanda sebagai salah satu pemain baru di posisi lima besar.

Tinggalkan Balasan