Indikasi Bermasalah, BGN Copot 10 Kepala Dapur MBG di Banten
WARTAXPRESS.com- Sebanyak 10 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten diberhentikan dari jabatannya setelah Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot 137 kepala SPPG di berbagai daerah di Indonesia.
Pemberhentian tersebut dilakukan karena sejumlah pelanggaran, mulai dari kasus keracunan makanan, tindakan indisipliner, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan dana.
Kepala Regional BGN Banten Asep Royani membenarkan adanya 10 kepala dapur MBG di Banten yang diberhentikan.
Namun, pihaknya belum menerima informasi rinci terkait identitas maupun lokasi penugasan para kepala SPPG tersebut.
“Memang itu ranah internal dari Biro SDMO. Hingga kini kami belum terinformasikan nama-namanya serta tempat tugasnya. Asumsi kami untuk menjaga martabat kepala SPPG yang bersangkutan,” kata Asep, Selasa, 4 Agustus 2026, dikutip dari IDN Times.
Asep menjelaskan, proses pemberhentian menjadi kewenangan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) BGN sehingga Regional Banten belum memperoleh data lengkap.
Ia juga mengaku belum mengetahui bentuk sanksi yang dijatuhkan terhadap 10 kepala SPPG tersebut, apakah benar-benar diberhentikan atau hanya dipindahkan ke penugasan lain.
“Benar-benar diberhentikan atau hanya dimutasi, kami belum mengetahui pasti. Tapi dari narasi yang disampaikan Pak Sudaryono, belum bisa kami tafsirkan secara jelas karena belum tahu secara rinci bentuk seperti apa pencopotannya, apakah dipecat atau mutasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengumumkan pemberhentian 137 kepala SPPG di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 49 orang berasal dari Jawa Barat, 26 dari Lampung, 11 dari Jawa Timur, 10 dari Sumatera Utara, 10 dari Banten, dan lima dari Jawa Tengah.
Menurut Sudaryono, keputusan tersebut diambil setelah ditemukan berbagai pelanggaran selama operasional dapur SPPG.
“Jadi ini diberhentikan karena indisipliner, ada kasus keracunan terdahulu juga, kemudian juga ada yang phishing. Yang phishing itu uangnya, dia berwenang untuk mencarikan uang, tapi kemudian mengaku kena scam, kemudian uangnya hilang. Ini kami berhentikan dan dapurnya kami suspend,” kata Sudaryono.

Tinggalkan Balasan