Proyek PSEL Tangerang Raya Batal, Kota Tangerang Harus Tangani 1.600 Ton Sampah Sendiri

Redaksi Redaksi WartaXpress
Alat berat ekskavator melakukan penataan sampah di TPA Rawa Kucing Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang

WARTAXPRESS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menyiapkan skema baru setelah proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) aglomerasi Tangerang Raya dipastikan tidak berlanjut.

Sebagai gantinya, Pemkot Tangerang memutuskan mengembangkan proyek PSEL secara mandiri di kawasan Jatiuwung dengan lahan seluas sekitar lima hektare.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan, keputusan keluar dari skema aglomerasi dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan besarnya kebutuhan pembiayaan proyek bersama tersebut.

“Kami telah melakukan kajian secara mendalam sebelum memutuskan secara resmi tidak melanjutkan proyek PSEL Aglomerasi Tangerang Raya di Jatiwaringin digantikan proyek PSEL Kota Tangerang secara mandiri,” ujar Wawan, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, keputusan itu juga sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten serta DPRD Kota Tangerang.

Pemkot Tangerang kini mulai mempercepat tahapan pengembangan proyek, termasuk proses pembebasan lahan yang nantinya digunakan sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

Wawan menjelaskan lokasi yang dipilih bahkan telah ditinjau langsung oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup untuk kebutuhan studi kelayakan.

“Kami langsung mengaktivasi skema pengembangan proyek PSEL secara mandiri yang sudah disiapkan jauh-jauh hari,” katanya.

Setelah proses studi kelayakan selesai, pemerintah menargetkan tahapan lelang hingga kerja sama dengan pihak perusahaan bisa mulai dilakukan pada akhir 2026.

Di tengah batalnya proyek bersama Tangerang Raya, Kota Tangerang harus menanggulangi volume sampah harian yang mencapai sekitar 1.600 ton per hari.

Proyek PSEL mandiri ini diharapkan nantinya mampu mengurangi beban persoalan sampah yang selama ini terus meningkat.

“PSEL Kota Tangerang diperkirakan dapat berkontribusi mengelola sekitar 1.000 dari 1.600 ton sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya,” pungkas Wawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup