Diduga Tawuran Antar Kelompok Pemuda, Remaja di Cikupa Kena Sajam di Belakang Kepala

Foto: team wartaxpress.com, Rabu 20 Mei 2026.

TANGERANG, WARTAXPRESS.com – Tawuran antarkelompok pemuda kembali pecah di wilayah Kabupaten Tangerang. Seorang remaja berinisial, R, warga Cikupa, mengalami luka serius setelah terkena sabetan senjata tajam saat bentrokan di kawasan Jalan Otonomi Cikupa–Pasar Kemis, Desa Talaga Sari, Kecamatan Cikupa, Rabu (20/5/2026).

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua kelompok pemuda diduga telah lebih dahulu membuat janji tawuran melalui media sosial, khususnya Instagram.

Kelompok pemuda yang disebut berasal dari KM 2018 Cikupa bergerak menuju lokasi dari arah Cikupa menuju Desa Talaga Sari menggunakan sejumlah sepeda motor. Sementara kelompok lawan yang dikenal dengan sebutan kelompok independen “Misteri (Cerewet)” datang dari arah Pasar Kemis menuju titik bentrokan.

Setibanya di lokasi, bentrokan diduga langsung pecah. Nahas, korban R, disebut belum sempat turun dari sepeda motor saat mendapat serangan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

“Korban langsung diserang menggunakan sajam hingga mengenai bagian belakang kepala,” ujar sumber di lokasi.enggan disebutkan Namanya.

Akibat serangan itu, senjata tajam dilaporkan sempat tertancap di bagian belakang kepala korban. Setelah melakukan penyerangan, kelompok lawan diduga langsung melarikan diri dari lokasi.

Rekan-rekan korban kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di wilayah Jatiuwung, Kota Tangerang, guna memperoleh pertolongan pertama atas luka serius yang dialaminya.

Tawuran tersebut diketahui terjadi di depan Jalan Otonomi Cikupa–Pasar Kemis, tepatnya di wilayah RT 10/02, Desa Talaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sadro membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan memburu pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Benar, masih dalam penyelidikan dan kami masih mengumpulkan saksi-saksi lainnya,” ujar Sadro.

Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup