Investasi Banten Tembus Rp92,88 Triliun, Kabupaten Tangerang Kuasai 43 Persen
WARTAXPRESS.com- Realisasi investasi Provinsi Banten mencapai Rp92,88 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Namun, penanaman modal tersebut masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Cilegon.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang menempati posisi pertama dengan nilai investasi Rp40,15 triliun atau setara 43,22 persen dari total investasi.
Kota Tangerang berada di urutan berikutnya dengan capaian Rp18,13 triliun atau 19,52 persen. Sementara Kota Cilegon mencatatkan investasi sebesar Rp11,16 triliun atau 12,02 persen.
Ketiga daerah tersebut menyumbang sekitar 74,76 persen dari keseluruhan investasi Banten selama sembilan bulan pertama 2026.
Adapun Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi terendah.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, total investasi sebesar Rp92,88 triliun tersebut telah mencapai 65,32 persen dari target nasional yang ditetapkan sebesar Rp142,19 triliun.
Khusus triwulan III 2026, realisasi investasi Banten mencapai Rp26,63 triliun. Kabupaten Tangerang kembali menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp11,10 triliun atau 41,71 persen, disusul Kota Tangerang sebesar Rp6,39 triliun dan Kota Cilegon Rp3,15 triliun.
Besarnya perbedaan capaian antardaerah juga terlihat dari sejumlah data investasi lainnya.
Kabupaten Tangerang membukukan Rp29,04 triliun hanya dalam semester pertama 2026, meningkat 74,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kota Tangerang mencatatkan investasi Rp18,12 triliun hingga triwulan III 2026 atau mencapai 120 persen dari target tahunan sebesar Rp15,15 triliun.
Sementara itu, Kota Tangerang Selatan telah memperoleh investasi lebih dari Rp10 triliun hingga September, mendekati target tahunan yang berada di atas Rp12 triliun.
Di Kabupaten Serang, realisasi investasi Januari-September 2026 baru mencapai sekitar Rp9 triliun dari target Rp21 triliun.
DPMPTSP Kabupaten Serang menyebut belum tuntasnya penetapan Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi salah satu hambatan investor dalam merealisasikan rencana bisnis dan mengurus perizinan.
Sementara itu, Kota Serang mencatat investasi Rp840 miliar pada semester pertama 2026. Nilai tersebut mencapai 129,23 persen dari target tahunan Rp650 miliar, sekaligus melampaui total investasi sepanjang 2025 yang sebesar Rp810 miliar.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan bahwa realisasi investasi di Banten masih belum merata.
Sejumlah daerah mampu menarik penanaman modal dalam jumlah besar, sedangkan wilayah lainnya menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya tarik bagi investor.
Kesiapan infrastruktur, kepastian tata ruang, fasilitas pendukung, serta pengembangan sektor usaha unggulan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam mendorong investasi di daerah.
Pemerintah Provinsi Banten diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap wilayah yang belum menjadi tujuan utama investor melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan ekonomi, kepastian tata ruang, dan promosi proyek investasi yang lebih terarah.

Tinggalkan Balasan