Jemaat Lagi Ibadah, Warga Bawa Sajam Geruduk hingga Minta GKPI Rajeg Ditutup
WARTAXPRESS.com- Beredar video yang menampilkan keributan di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Dalam rekaman tersebut, terdengar perdebatan antara sejumlah orang yang meminta kegiatan ibadah dihentikan.
Berdasarkan video yang beredar, terlihat sekelompok orang berada di sekitar lokasi. Rekaman lainnya memperlihatkan sejumlah jemaat berada di dalam ruangan dan tengah menjalankan ibadah.
Dalam salah satu bagian video, tampak seseorang yang diduga membawa senjata tajam (sajam).
Dalam rekaman juga terdengar seorang pria berulang kali meminta kegiatan ibadah dihentikan.
“Tutup sekarang sampai selamanya!” teriak pria tersebut dalam video.
Dalam percakapan berikutnya, pria itu juga melontarkan nada ancaman jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
“Daripada ada pertumpahan darah dengan saya hari ini. Saya tidak takut mati!,” ungkapnya.
Sejumlah orang kemudian berupaya menenangkan situasi dan mengajak pihak yang terlibat untuk duduk dan berbicara baik-baik. Namun, pria tersebut tetap meminta kegiatan ibadah dihentikan.
“Saya tidak mau baik-baik! Tutup!” teriaknya.
Ia juga mempertanyakan izin pelaksanaan kegiatan ibadah tersebut dan menyebut telah dilakukan negosiasi sebanyak dua kali.
“Sudah negosiasi dua kali, Anda izin dengan siapa?” ujarnya dalam rekaman.
Sementara dari dalam gereja, terdengar suara jemaat yang meminta bantuan aparat. Mereka mengatakan sedang menjalankan ibadah dan tidak mengganggu masyarakat sekitar.
“Kami lagi ibadah, tidak mengganggu siapapun. Kami hanya ibadah, tapi kami disuruh bubar,” ujar salah seorang jemaat dalam video.
Jemaat lainnya juga terdengar meminta aparat datang dan membantu mengamankan situasi.
“Tolong kami aparat. Sesama saling beragama. Kita saling menghormati, sesama agama,” ucapnya.
Peristiwa tersebut telah dikonfirmasi oleh Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. Ia mengatakan kepolisian telah memonitor kejadian tersebut.
“Sudah (kami monitor), mohon waktu ya,” kata Kombes Indra Waspada dikutip dari detikcom.
Lebih lanjut, pihak kepolisian saat ini berada di Kecamatan Rajeg untuk melakukan mediasi terkait kejadian tersebut.
“Malam ini kita lagi mediasi di Kecamatan Rajeg,” ujarnya.
Kombes Indra memastikan situasi di lokasi tetap kondusif. Terkait informasi mengenai adanya orang yang diduga membawa senjata tajam dalam video, ia meminta waktu untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
“Aman (situasi), sabar ya mohon waktu,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan