Pagi Tahun Baru 2026 di Bundaran HI: Di Balik Sisa Pesta dan Harapan Pekerja Panggung
Jakarta, WARTAXPRESS.com— Setiap tahunnya ribuan orang tumpah ruah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk merayakan malam pergantian tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebuah panggung megah berdiri di depan Patung Selamat Datang yang ikonik, lengkap dengan pertunjukan musisi ternama yang memeriahkan malam tahun baru.
Memasuki pagi pertama di tahun 2026, suasana Bundaran HI tampak jauh berbeda. Cuaca Jakarta terpantau labil, sesekali cerah lalu berganti awan yang menggulung. Sekitar pukul 08.00 WIB, kawasan tersebut terlihat lengang, menyisakan jejak kemeriahan malam sebelumnya.
Di saat sebagian besar warga masih terlelap usai perayaan tahun baru, puluhan pekerja sudah mulai beraktivitas membongkar sisa-sisa acara. Tenda-tenda telah dikosongkan, perlengkapan diangkut, latar LED diturunkan, dan panggung menunggu giliran untuk dibongkar.
“Ini bongkar mulai dari jam setengah tiga (dini hari) lah, dari habis acara aja,” ujar Ridho, salah satu pekerja dari vendor layar LED yang menjadi latar panggung, sembari memasukkan panel-panel LED ke dalam boks penyimpanan.
Proses pembongkaran panggung, layar LED, serta seluruh perlengkapannya tidak dilakukan secara instan. Sebelumnya, pemasangan pun memakan waktu cukup lama, bahkan dimulai sejak Jumat (26/12/2025) malam.
“(Pemasangan) rigging dari malam sabtu, LED sama sound dari malam minggu kalau nggak salah,” kata Fauzi, rekan Ridho, menimpali perbincangan pagi itu.
Meski pemasangan berlangsung berhari-hari, pembongkaran diperkirakan tidak akan memakan waktu selama itu. Kawasan Bundaran HI ditargetkan kembali bersih pada Kamis (1/1/2026) malam.
“Kalau ngelepas (barang-barang) cepet, ini aja udah mau selesai yang ini. Yang lama paling ngangkutnya, soalnya nggak bisa banyak banyak masuk sini. Yang gede-gede entar malem biasanya baru jam 10 diangkutin,” lanjut Ridho.
Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan pengangkut yang melintas didominasi oleh truk kecil dan sedang. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembatasan angkutan barang di Jakarta, khususnya di kawasan pusat kota. Kendaraan bertonase besar baru diperbolehkan melintas di ruas Sudirman–Thamrin pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
Bagi Ridho dan rekan-rekannya, perayaan tahun baru justru berarti pekerjaan besar. Sebagian tim telah bersiaga di lokasi sejak Rabu (31/12/2025), sementara lainnya baru datang pada Kamis (1/1/2026) dini hari.
“Udah berapa kali (kerja seperti ini) ya nggak (hanya) tahun baruan, hahaha. Kerja aja deh, ini juga kan sekalian,” ujarnya berkelakar, disambut tawa kecil rekan-rekannya.
Meski tidak sepenuhnya menikmati kemeriahan malam pergantian tahun, Ridho tetap menyimpan harapan sederhana di tahun yang baru.
“Moga-moga tahun depan kerjaan lancar. Semua baik-baik, rezeki lancar. Indonesia bisa makin baik dan aman. Pokoknya jangan susah-susah deh,” ungkapnya.
Berbeda dengan Ridho yang berstatus pegawai tetap, Fauzi merupakan pekerja lepas atau kerap disebut “cabutan”. Lulusan SMK teknik elektro asal Purwokerto, Jawa Tengah itu berharap dapat memperoleh pekerjaan yang layak sesuai dengan pendidikannya. Saat ditanya mengenai harapannya kepada para pemangku kebijakan, Fauzi sempat terdiam sejenak.
“Apa ya? Semoga bapak-ibu bisa bikin banyak lapangan pekerjaan. Bikin aturan yang bener, yang bisa bikin rakyat kecil sejahtera. Jangan cuma sebagian orang aja yang enak,” tuturnya.
Harapan Ridho dan Fauzi barangkali merupakan harapan sederhana yang juga dimiliki jutaan masyarakat Indonesia. Harapan yang secara tidak langsung mereka gantungkan kepada pemerintah dan para wakil rakyat.
Dari Bundaran HI, hari pertama mereka di tahun 2026 dimulai. Dari tempat itu pula, perjuangan di tahun yang baru dilangkahkan, bersama harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan