TANGSEL, WARTAXPRESS.com -Meski masa darurat sampah di Kota Tangerang Selatan telah dinyatakan selesai, persoalan penumpukan sampah masih terus terjadi. Di Pasar Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

gunungan sampah setinggi sekitar empat meter masih terlihat menumpuk dan menimbulkan ribuan belatung yang merayap hingga ke badan jalan.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Bau menyengat dan aliran air lindi membuat suasana pasar semakin tidak nyaman.

Rizal, salah satu warga, mengatakan tumpukan sampah tersebut sudah hampir sebulan tidak diangkut oleh petugas.

“Beginilah kondisinya. Sampah sudah hampir sebulan tidak diangkat, kurang lebih tiga mingguan,” ujar Rizal, Rabu (07/01/26).

Ia menuturkan, dampak dari tumpukan sampah itu cukup besar bagi pedagang sekitar. Salah satu warung es kelapa terpaksa tutup karena lokasi usahanya tertutup sampah dan pemiliknya mengeluhkan kerugian yang harus ditanggung.

“Pemilik warung sudah komplain karena dia bayar sewa harian, tapi warungnya ketutupan sampah,” katanya.

Selain bau menyengat, Rizal menyebut ribuan belatung muncul dari tumpukan sampah dan mulai merayap ke jalan. Kondisi ini membuat warga semakin resah.

“Belatungnya banyak, sampai merayap ke jalan. Banyak warga yang mengeluh, parkiran ketutup sampah, warung juga jadi kebauan,” ucapnya.

Hingga kini, tumpukan sampah di Pasar Jombang belum menunjukkan tanda-tanda akan dibersihkan, meski masa darurat telah dicabut. Warga berharap Pemkot Tangsel segera melakukan penanganan agar kondisi pasar kembali normal dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.(Gara)