Cegah Kebakaran Susulan, TPA Rawa Kucing Tangerang Dijaga Ketat 24 Jam 

F-H F-H
Alat berat ekskavator melakukan penataan sampah di TPA Rawa Kucing Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang

WARTAXPRESS.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang memperketat pengawasan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing untuk mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau.

Langkah antisipasi ini dilakukan setelah kebakaran melanda TPA Rawa Kucing pada Sabtu 24 Oktober 2026, sekitar pukul 17.58 WIB.

Api dipicu kondisi cuaca panas dan angin kencang, tetapi berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.

Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, pengawasan diperkuat agar petugas dapat mendeteksi kemunculan titik api lebih awal dan segera melakukan penanganan.

“Patroli dilakukan secara terjadwal selama 24 jam dengan memperkuat pengawasan di wilayah utara, selatan, timur, dan barat. Penempatan pos pantau di sejumlah titik strategis ini bertujuan membantu petugas mendeteksi lebih dini potensi munculnya titik api di area TPA,” ujar Yudi dalam keterangannya dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.

Selain mengintensifkan patroli, DLH menyiagakan ekskavator dan buldoser untuk mendukung penanganan di lapangan, termasuk pada shift malam.

Dua petugas disiapkan untuk menunjang pengoperasian alat berat tersebut.

Menurut Yudi, kesiapan peralatan pada malam hari diperlukan agar petugas dapat bergerak cepat apabila muncul tanda-tanda kebakaran. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lokasi.

TPA Rawa Kucing juga menyiapkan armada untuk mengangkut toren atau tangki air ke area landfill apabila ditemukan titik api.

Ketersediaan air di lokasi diharapkan membantu petugas melakukan penanganan awal agar api tidak meluas.

Pengawasan selama 24 jam tersebut meliputi aktivitas pada siang maupun malam hari. DLH Kota Tangerang berupaya menjaga kesiapan personel dan peralatan untuk mengurangi risiko kebakaran berulang, sekaligus melindungi petugas dan lingkungan di sekitar TPA.

“Upaya ini diharapkan dapat mendukung keselamatan petugas, menjaga lingkungan sekitar, dan meminimalkan risiko gangguan operasional TPA,” kata Yudi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup