Antisipasi Banjir Rob, BPBD Tangerang Imbau Warga Pesisir Gelar Ronda
WARTAXPRESS.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang meminta warga di wilayah pesisir utara atau pantura meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Warga diminta melakukan ronda secara bergantian untuk mengantisipasi kenaikan air laut yang dapat menggenangi permukiman.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, langkah tersebut penting dilakukan karena ketinggian air laut yang berpotensi naik belum dapat dipastikan.
“Oleh karena itu imbauan kami, diadakan semacam ronda, artinya bergantian, tanggung jawab bersama. Karena kan air kita tidak tahu ketinggiannya sampai sejauh mana. Tetap harus ada antisipasi, bagaimana kalau ini terjadi rob lebih tinggi, jadi tetap harus ada ronda,” ujar Achmad Taufik, dikutip dari Metrotvnews, Selasa 27 Oktober 2026.
Menurut Achmad, potensi banjir rob tersebut berkaitan dengan fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan baru.
Informasi mengenai potensi kenaikan muka air laut juga menjadi perhatian dalam sistem pemantauan banjir rob di kawasan pesisir DKI Jakarta untuk periode 25 hingga 31 Oktober 2026.
Masyarakat pesisir Kabupaten Tangerang diminta tidak mengabaikan potensi tersebut, mengingat banjir rob merupakan bencana yang berulang di wilayah pantai utara.
“Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini sudah dibilang terjadi setiap tahun, artinya sering terjadi berulang-ulang. Hanya memang kesiapan kami di BPBD, dalam hal ini Pemda Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob,” ucapnya.
BPBD Kabupaten Tangerang telah menyiapkan personel dan logistik untuk menghadapi kemungkinan terjadinya banjir rob. Hal tersebut disesuaikan dengan karakteristik rob yang berkaitan dengan siklus pasang surut air laut.
Untuk memantau perkembangan potensi rob, BPBD Kabupaten Tangerang juga terus berkoordinasi dengan BMKG. Informasi cuaca dan kondisi pasang air laut menjadi salah satu acuan dalam menentukan langkah antisipasi.
“Kami tetap mengacu kepada BMKG. Namun kita ketahui bersama bahwa Tangerang itu juga berbatasan dengan DKI Jakarta. Bisa juga sama dan bisa juga berbeda, tergantung posisi daratannya, khususnya daerah pesisir Teluknaga, Mauk, dan sekitarnya,” bebernya
Berdasarkan pemetaan dan kajian risiko bencana BPBD Kabupaten Tangerang, sejumlah permukiman di sepanjang pantai utara termasuk wilayah yang kerap terdampak banjir rob.
Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Mauk, dan Kronjo yang berbatasan langsung dengan laut.

Tinggalkan Balasan