Viral Warga Ogah Bayar Pajak demi Bangun Jalan Rusak Pakai Uang Swadaya

F-H F-H
Tangkapan layar video warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kabupaten Lampung Timur, yang membangun jalan secara swadaya

WARTAXPRESS.com– Beredar video yang diketahui warga Dusun Umbul Glimbung, Desa Bandar Agung, Kabupaten Lampung Timur, yang membangun jalan secara swadaya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, warga mengaku memilih tidak membayar pajak dan menggunakan uangnya untuk membeli material pembangunan jalan yang selama ini belum diperbaiki.

“Selamat pagi, izin Bupati Lampung Timur. Tahun ini saya enggak bayar pajak. Uangnya saya gunakan untuk swadaya pembangunan jalan mandiri di Dusun Umbul Glimbung,” ucap seorang warga dalam video dikutip dari Kompas, Senin 6 Juli 2026.

“Nunggu dari pemerintah tidak kunjung dibangun, sudah rusak parah. Jadi inisiatif dari masyarakat, bangun sendiri ajalah. Pajak saya enggak saya bayarkan, saya gunakan untuk beli semen,” lanjutnya.

Menanggapi video yang beredar, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan, pemerintah daerah telah memantau kondisi jalan di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, kawasan itu berada di area register sehingga pembangunan dilakukan secara bertahap.

“Wilayah itu sudah kami monitor. Pemerintah daerah juga telah membangun infrastruktur jalan di kawasan tersebut pada tahun sebelumnya. Namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap karena masih banyak ruas jalan yang harus ditangani,” ujar Ela.

Menurut Ela, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum bisa menjangkau seluruh ruas jalan.

Karena itu, sebagian warga memilih bergotong royong memperbaiki jalan yang belum masuk dalam tahap pembangunan pemerintah.

“Di sejumlah titik memang masyarakat berinisiatif bergotong royong agar jalan bisa segera digunakan. Ada ruas sekitar satu kilometer yang diperbaiki secara swadaya sambil menunggu penanganan lanjutan dari pemerintah,” katanya.

Ia menduga ruas jalan yang menjadi keluhan warga dalam video memang belum termasuk dalam tahapan pembangunan yang telah dilaksanakan.

“Jalan yang dikeluhkan warga kemungkinan belum sampai pada tahapan pembangunan yang sudah kami kerjakan. Aspirasi ini menjadi masukan bagi kami karena kebutuhan infrastruktur jalan memang menjadi harapan terbesar masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup