TPA Jatiwaringin Terbakar Hari Keenam, Pemerintah Tetapkan Radius Aman 1,7 Km dan Siapkan Evakuasi Warga

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

WARTAXPRESS.com  – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari keenam dan masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kondisi ini mendorong pemerintah memperketat langkah pengamanan dengan menetapkan radius aman sejauh 1,7 kilometer dari lokasi kebakaran.

Asap tebal yang terus membumbung dari tumpukan sampah menjadi ancaman bagi kesehatan warga. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area terdampak karena titik api diduga masih aktif di bagian bawah timbunan sampah sehingga proses pemadaman berlangsung cukup sulit.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Menurutnya, warga diimbau menghindari area dalam radius sekitar 1,7 kilometer dari lokasi kebakaran, meski kondisi di lapangan tetap bergantung pada arah angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.

“Yang paling penting masyarakat jangan terlalu dekat. Idealnya sekitar 1,7 kilometer harus dihindari, tetapi tetap melihat kondisi angin karena bisa berubah,” ujarnya saat meninjau lokasi di Mauk.

Diaz menjelaskan, saat ini arah angin cenderung bergerak ke timur. Namun, perubahan arah angin berpotensi membawa asap ke kawasan permukiman di sisi lain TPA, sehingga pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan skenario evakuasi apabila kondisi memburuk. Dua lokasi pengungsian telah disiapkan lengkap dengan fasilitas dasar, seperti air bersih, tempat istirahat, dan kebutuhan logistik bagi warga terdampak.

“Kami sudah menyiapkan tempat evakuasi. Jika arah angin berubah menuju permukiman, warga akan segera dipindahkan demi menjaga keselamatan,” kata Diaz.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mendatangi lokasi kebakaran hanya untuk menyaksikan proses pemadaman. Paparan asap dalam waktu lama berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Pemerintah memastikan seluruh instansi terkait tetap bersiaga hingga kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman. Warga juga diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta segera melapor kepada aparat apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup