Orang Tua Jangan Panik, Ini 7 Langkah Penanganan Awal Campak pada Anak
WARTAXPRESS.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan penyakit campak pada anak.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar risiko komplikasi dapat ditekan dan proses pemulihan anak berjalan lebih baik.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengimbau para orang tua agar tidak langsung panik ketika anak menunjukkan gejala campak. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, ruam kemerahan, batuk, pilek, hingga mata merah.
”Sebaliknya, orang tua diminta untuk segera melakukan penanganan awal yang tepat di rumah sambil tetap memantau kondisi anak,” tutur dr. Dini, Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, sebagian besar kasus campak bisa membaik apabila ditangani dengan tepat. Meski begitu, orang tua tetap diminta waspada jika muncul tanda-tanda yang mengarah pada komplikasi.
Gejala yang perlu segera mendapat perhatian medis antara lain sesak napas, diare berat, atau kejang. Jika kondisi tersebut muncul, anak harus segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Selain penanganan saat sakit, Dinkes Kota Tangerang juga kembali mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap campak.
Imunisasi dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan sekaligus mengurangi tingkat keparahan penyakit.
Selain itu, ada tujuh langkah penanganan awal yang dapat dilakukan orang tua saat anak mengalami campak.
1. Pertama, adalah melakukan isolasi mandiri agar penularan tidak menyebar ke anggota keluarga lain maupun lingkungan sekitar.
2. Anak juga disarankan menjalani istirahat total agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk melawan infeksi.
3. Orang tua juga diminta memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi untuk mencegah dehidrasi selama masa sakit.
4. Selain itu, demam dan nyeri dapat ditangani menggunakan obat sesuai anjuran tenaga medis.
5. Kemudian pemberian vitamin A karena dinilai dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mengurangi risiko komplikasi akibat campak.
6. Tak kalah penting, anak perlu mendapatkan asupan makanan bergizi agar kondisi tubuh tetap kuat selama proses pemulihan.
7. Lingkungan tempat istirahat pun perlu dijaga tetap nyaman, bersih, dan sejuk agar anak bisa beristirahat lebih optimal.

Tinggalkan Balasan