Atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jebol Diterjang Hujan Deras
TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.COM Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang memicu insiden di objek vital nasional, Senin (06/04/26).
Atap plafon Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang tepatnya di area Gate 7, jebol hingga mengakibatkan kucuran air masuk ke dalam ruang tunggu penumpang.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba di tengah guyuran hujan lebat. Material plafon yang tidak kuat menahan beban air terlihat runtuh, menciptakan lubang besar yang mengalirkan air dengan debit cukup deras.
Akibatnya, aktivitas boarding penumpang menuju pesawat sempat terganggu karena genangan air dan puing material yang berserakan di sekitar lokasi.
Salah seorang calon penumpang yang sedang menunggu jadwal penerbangan menuju Singapura menceritakan detik-detik mencekam saat plafon tersebut runtuh.
“Saya sedang menunggu di Gate 7 saat tiba-tiba terdengar suara gemuruh kecil disusul air yang mengucur deras. Kami semua terkejut dan langsung menjauh dari lokasi karena takut ada runtuhan susulan,” ujarnya.
Meskipun kejadian ini menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan, dipastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut.
Rekaman video amatir yang mengabadikan detik-detik jebolnya atap langsung viral di media sosial. Netizen menyuarakan kekecewaan mendalam, mengingat Terminal 3 merupakan representasi wajah Indonesia di mata internasional.
Banyak yang mempertanyakan spesifikasi material dan standar pembangunan bandara yang menyandang status internasional.
Di sisi lain, Netizen mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2022. Hal ini memicu anggapan bahwa evaluasi dan pemeliharaan rutin dari pihak pengelola tidak berjalan maksimal.
Akun @stevenbonay dalam komentarnya menuliskan, “Dulu katanya sudah pernah kejadian kayak gini, apa tidak dipertanyakan pembangunannya?”
Kini, area Gate 7 dilaporkan tengah dalam penanganan teknis untuk perbaikan darurat agar operasional penerbangan dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan cuaca.

Tinggalkan Balasan