Gugur Usai Tugas Mudik, Brigadir Fajar Permana Tinggalkan Duka Mendalam
JAKARTA, WARTAXPRESS.com — Kabar duka datang dari jajaran Polda Metro Jaya. Seorang personel terbaiknya, Brigadir Fajar Permana, meninggal dunia usai menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran 2026.
Brigadir Fajar diduga gugur akibat kelelahan setelah menjalani tugas panjang dan intens di lapangan. Ia diketahui aktif berjaga di sejumlah titik pelayanan masyarakat selama periode mudik, demi memastikan kelancaran dan keselamatan para pemudik.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum. Ia menyebut Brigadir Fajar sebagai sosok Bhayangkara muda yang penuh dedikasi.
“Polda Metro Jaya sangat kehilangan sosok anggota yang berdedikasi tinggi. Almarhum mengembuskan napas terakhir usai menjalankan amanah negara. Dugaan sementara, kondisi fisiknya menurun drastis akibat kelelahan setelah bertugas maraton di lapangan,” ungkap Budi, Senin (23/4/2026). Dikutip dari detikcom.
Menurutnya, kepergian Brigadir Fajar menjadi pukulan berat bagi institusi, sekaligus pengingat akan beratnya tanggung jawab pengamanan mudik yang setiap tahunnya melibatkan ribuan personel.
Sebagai bentuk penghormatan, Polda Metro Jaya memastikan seluruh hak almarhum akan dipenuhi, termasuk santunan bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kesehatan anggota di lapangan juga menjadi perhatian serius pimpinan.
Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, bahkan telah menginstruksikan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan rutin terhadap personel di pos pengamanan.
Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa, mengingat tingginya tekanan tugas selama pelaksanaan Operasi Ketupat yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, ratusan ribu personel diterjunkan untuk mengawal arus mudik dan balik Lebaran, termasuk pengamanan jalur lalu lintas hingga destinasi wisata.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutup Budi.
Kepergian Brigadir Fajar menjadi pengingat bahwa di balik kelancaran mudik yang dirasakan masyarakat, ada pengorbanan besar dari para aparat yang bertugas tanpa lelah di garis depan.

Tinggalkan Balasan