AKBP Parikhesit Gantikan AKBP Netty Rosida Siagian, Ini Rekam Jejak dan Kasus Besar yang Pernah Ditanganinya
WARTAXPRESS.com – Polda Metro Jaya menunjuk AKBP Parikhesit untuk mengisi jabatan Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Penunjukan tersebut dilakukan menyusul keputusan AKBP Netty Rosida Siagian yang memilih mengundurkan diri dari institusi Polri.
Sebelum mendapatkan jabatan baru tersebut, AKBP Parikhesit diketahui menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Metro Tangerang Kota.
Pergantian jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1071/XI/KEP./2026 tertanggal 3 November 2026 yang ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Agus Nugroho.
Mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi dan promosi terhadap 158 perwira di lingkungan Polda Metro Jaya.
Lantas, siapa sebenarnya AKBP Parikhesit yang kini dipercaya menduduki posisi yang sebelumnya ditempati AKBP Netty?
Berpengalaman di Bidang Reserse
Nama AKBP Parikhesit bukan sosok baru di lingkungan kepolisian, khususnya dalam bidang reserse.
Meski informasi mengenai latar belakang pribadinya belum banyak dipublikasikan, rekam jejak penugasannya menunjukkan pengalaman panjang dalam menangani berbagai perkara kriminal.
Dikutip dari Tribun Medan, Parikhesit pernah bertugas sebagai Panit 2 Unit 4 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumatera Utara pada Oktober 2019.
Setahun kemudian, ia dipercaya menduduki jabatan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Kariernya terus berkembang. Pada 2021, Parikhesit kembali mendapatkan penugasan sebagai Kanit 3 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Sumut dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol).
Ia juga tercatat pernah mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri sebagai bagian dari pengembangan karier dan kapasitas kepemimpinannya.
Pada 2024, Parikhesit dimutasi untuk bertugas di bagian Arsip dan Pos (Arsipos) Polda Papua.
Perjalanan kariernya berlanjut pada 2026. Ia sempat menjabat sebagai Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota pada Januari 2026.
Pernah Tangani Kasus Penganiayaan Caddy Golf yang Viral
Selama menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota, salah satu perkara yang menjadi perhatian publik dan ditanganinya adalah kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan yang bekerja sebagai caddy golf di kawasan Modern Golf, Kota Tangerang, Banten.
Peristiwa tersebut terjadi pada 23 Juni 2026 dan sempat menyita perhatian masyarakat setelah rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan aksi penganiayaan beredar.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial FP (38).
Pelaku ditangkap di tempat persembunyiannya di Kota Bandar Lampung, Lampung, pada 26 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tindakan penganiayaan itu dipicu persoalan asmara dan kecemburuan.
Perselisihan bermula ketika FP mengucapkan kalimat “Terima kasih adikku sayang” kepada seorang marshall golf berinisial VD setelah menerima minuman yang dibelikan.
Ucapan tersebut rupanya memicu kecemburuan korban hingga terjadi adu mulut antara korban dan FP.
Pertengkaran itu kemudian berujung pada aksi penganiayaan.
Penanganan perkara tersebut menjadi salah satu catatan penugasan Parikhesit sebelum mendapatkan kepercayaan mengemban jabatan baru di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
AKBP Netty Mundur, Singgung Prinsip dan Hati Nurani
Sementara itu, pergantian jabatan ini tidak terlepas dari keputusan AKBP Netty Rosida Siagian yang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota Polri.
Keputusan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @netty_diana, pada Minggu (1/11/2026).
Dalam pernyataannya, Netty mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mundur berkaitan dengan prinsip dan hati nurani yang selama ini dipegangnya.
Ia menegaskan tidak ingin mempertahankan jabatan apabila hal tersebut harus dibayar dengan mengorbankan keyakinan dan prinsip pribadi.
“Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini,” tulis Netty.
Netty juga menyinggung bahwa hati nurani bukan sesuatu yang dapat diperjualbelikan.
Menurutnya, pengabdian sejati bukan semata-mata tentang posisi atau tempat seseorang bertugas, melainkan nilai-nilai yang tetap dipertahankan dalam menjalankan tanggung jawab.
Pernyataan tersebut pun menjadi perhatian publik di tengah kabar pengunduran dirinya dari institusi Polri.
Kini, posisi yang sebelumnya diemban Netty akan dilanjutkan AKBP Parikhesit. Dengan pengalaman di bidang reserse dan sejumlah penugasan yang pernah dijalaninya, Parikhesit mendapat amanah baru di lingkungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Tinggalkan Balasan