Rangkuman KHW 400 Nadia Omara, Kisah Nyata Penuh Plot Twist di Balik Kematian Mbak Santi

F-H F-H
KHW 400 berjudul Pulang dari Youtuber Nadia Omara

WARTAXPRESS.com- Youtuber Nadia Omara menghadirkan episode spesial Kisah Horor Wawak (KHW) ke-400 melalui video berjudul “PULANG” yang tayang pada Minggu 25 Oktober 2026.

Dengan durasi mencapai 2 jam 41 menit, episode istimewa ini mengangkat kisah yang memadukan misteri kematian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga praktik pesugihan.

Berbeda dari episode biasanya, Nadia memilih sebuah bangunan tua yang telah puluhan tahun kosong sebagai lokasi pengambilan gambar.

Cerita tersebut dikirim oleh tiga narasumber, yakni Rizky, Fajar, dan Dimas, yang mengaku mengalami langsung rangkaian peristiwa tersebut bersama keluarga mereka belasan tahun silam.

Untuk menjaga privasi, Nadia menyamarkan nama orang-orang yang terlibat, waktu, serta lokasi kejadian.

Kisah ini berpusat pada seorang perempuan bernama Santi yang meninggal secara misterius dan meninggalkan sejumlah pertanyaan bagi keluarganya.

Awal Mula Kematian Mbak Santi

Santi merupakan kakak perempuan Fajar yang telah menikah dengan Edo. Keduanya memiliki seorang anak perempuan bernama Tata.

Di mata orang-orang sekitar, keluarga tersebut terlihat harmonis dan berkecukupan. Edo menjalankan usaha buah-buahan di pasar, sementara Santi mengurus rumah tangga.

Namun, gambaran keluarga yang terlihat baik-baik saja itu ternyata menyimpan persoalan.

Rizky, sahabat Fajar sejak kecil, sempat melihat kondisi mata Santi yang lebam ketika mengunjungi rumahnya beberapa hari sebelum kejadian.

Saat ditanya, Santi hanya mengatakan dirinya habis menangis karena menonton drama Korea. Akan tetapi, Rizky menduga lebam tersebut merupakan bekas pukulan.

Kecurigaan Rizky semakin kuat setelah Tata secara polos bercerita bahwa pipi ibunya pernah dipukul Edo.

Meski demikian, Fajar awalnya tidak percaya jika kakak iparnya melakukan kekerasan terhadap Santi.

Beberapa hari kemudian, kabar mengejutkan datang. Santi ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Keluarga diberitahu bahwa perempuan tersebut mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri.

Keterangan tersebut membuat keluarga menerima kematian Santi sebagai bunuh diri. Jenazah kemudian dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halaman.

Kejadian Janggal Setelah Pemakaman

Keanehan mulai bermunculan setelah rangkaian pemakaman dan pengajian tujuh hari meninggalnya Santi.

Pada malam ketujuh, setelah Edo dan Tata kembali ke Kabupaten B, sebuah bingkai foto pernikahan Santi dan Edo tiba-tiba terjatuh hingga kacanya pecah. Padahal, tidak ada orang yang menyentuh bingkai tersebut.

Kejadian lain juga dialami warga sekitar. Sejumlah orang mengaku mendengar pintu rumah diketuk tanpa menemukan siapa pun ketika diperiksa.

Ada pula barang-barang yang berpindah tempat dan suara benda jatuh tanpa diketahui sumbernya.

Gangguan tersebut semakin membuat warga bertanya-tanya mengenai kematian Santi.

Suatu ketika, Dewi, adik sepupu Fajar, mengalami kesurupan. Saat proses rukiah dilakukan oleh Ustaz Salim, Dewi tiba-tiba mengeluarkan suara yang disebut-sebut mirip dengan suara Santi.

Dalam kondisi tersebut, Dewi menyampaikan pesan agar orang-orang tidak tertipu oleh Edo.

Ucapan itu membuat keluarga semakin curiga bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di balik kematian Santi.

Rahasia Rumah Tangga Mulai Terungkap

Kecurigaan keluarga kemudian mengarah pada dugaan bahwa Santi mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Orang-orang terdekatnya mulai mencari tahu persoalan yang selama ini tidak pernah terlihat dari luar.

Mereka juga menemukan sejumlah kejanggalan terkait penanganan kematian Santi. Pihak yang mengaku sebagai dokter dan polisi serta proses pemeriksaan jenazah menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang dipertanyakan.

Dalam perkembangan cerita, muncul dugaan bahwa orang-orang yang menangani jenazah tersebut bukan pihak berwenang.

Tempat pemeriksaan juga disebut berkaitan dengan sebuah klinik aborsi ilegal.

Kejanggalan itu semakin memperkuat dugaan keluarga bahwa penyebab kematian Santi tidak sesederhana informasi yang mereka terima pada awalnya.

Terungkapnya Praktik Pesugihan

Puncak cerita terjadi ketika Ahmad, seorang indigo, membantu melakukan rukiah terhadap Edo.

Dalam proses tersebut, terungkap rahasia besar mengenai keterlibatan Edo dalam praktik pesugihan.

Santi disebut menjadi tumbal dalam praktik tersebut. Namun, kematiannya tidak berlangsung sesuai dengan ketentuan ritual yang dijalankan.

Akibatnya, dibutuhkan tumbal pengganti dan Tata, anak kandung Santi, menjadi sasaran berikutnya.

Edo kemudian mengalami berbagai penderitaan. Ia mulai menyesali perbuatannya dan disebut tidak ingin menyerahkan Tata sebagai tumbal.

Kebenaran semakin jelas setelah Edo meninggal dunia dan ditemukan sebuah surat pengakuan.

Dalam surat tersebut, terungkap bahwa Edo membunuh Santi ketika istrinya hendak pergi membawa Tata setelah mengetahui rahasia pesugihan yang dijalankan suaminya.

Surat itu juga menjelaskan keterkaitan kematian Santi dengan rencana tumbal. Karena kematiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan dalam ritual, Tata kemudian dituntut menjadi pengganti.

Pada akhirnya, keluarga mengetahui rahasia di balik kematian Santi. Tata kemudian tinggal bersama Fajar di rumah peninggalan Edo.

Pesan Tata

Setelah video KHW episode ke-400 ditayangkan, Nadia Omara membagikan kabar mengenai Tata melalui Instagram Story pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Nadia menyampaikan bahwa Tata telah menonton video tersebut dan membaca doa-doa yang dikirimkan para penonton.

“Tata teks aku. Tata sudah nonton videonya, tata sudah baca doa2 kalian, Tata ucapkan terimakasih. Makasih ya waaak,” tulis Nadia Omara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup