Pesanan Naik Jelang HUT RI, Pengrajin Pohon Pinang Tangerang Kebanjiran Order

lapak pengrajin pohon pinang di Jalan Baru, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Dalam sepekan terakhir, para pekerja terlihat sibuk mengolah batang pohon pinang

WARTAXPRESS.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, permintaan pohon pinang untuk lomba panjat pinang mulai meningkat. Momen ini membawa berkah bagi para pengrajin pohon pinang musiman di Kota Tangerang, Banten, yang kebanjiran pesanan dari berbagai daerah.

Salah satunya adalah lapak pengrajin pohon pinang di Jalan Baru, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Dalam sepekan terakhir, para pekerja terlihat sibuk mengolah batang pohon pinang sejak pagi hingga sore hari demi memenuhi permintaan yang terus berdatangan.

Proses pengolahan pohon pinang tidak bisa dilakukan secara instan. Batang pohon terlebih dahulu diserut untuk menghilangkan lapisan kulit luarnya, kemudian dijemur selama tiga hingga empat hari. Setelah itu, batang kembali dihaluskan dan diamplas agar permukaannya licin serta siap digunakan dalam perlombaan panjat pinang.

Sebagai pelengkap, bagian pucuk pohon dipasangi lingkaran bambu yang berfungsi sebagai tempat menggantung berbagai hadiah yang nantinya akan diperebutkan peserta lomba.

Salah seorang pengrajin, Boy, mengatakan pesanan mulai mengalami peningkatan dan diperkirakan akan terus bertambah hingga menjelang perayaan HUT RI. Menurutnya, pemesan tidak hanya berasal dari Kota Tangerang, tetapi juga dari wilayah Jakarta Barat.

“Tahun lalu kami berhasil menjual 22 batang pohon pinang. Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai lebih dari 30 batang dengan berbagai ukuran,” ujar Boy.

Ia menjelaskan, pohon pinang yang dijual memiliki tinggi mulai dari 7 hingga 12 meter. Harga yang ditawarkan berkisar Rp900 ribu untuk ukuran 7 meter hingga Rp1,5 juta untuk ukuran 12 meter. Harga tersebut belum termasuk biaya pengiriman yang disesuaikan dengan lokasi tujuan.

Meski berjualan secara musiman, meningkatnya permintaan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan mampu memberikan keuntungan hingga jutaan rupiah. Dari setiap batang pohon yang terjual, pengrajin masih harus memotong biaya operasional, pembelian bahan baku, serta upah pekerja.

Boy mengungkapkan, seluruh pohon pinang yang dijual didatangkan dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, karena Kota Tangerang tidak memiliki ketersediaan pohon pinang dengan ukuran yang dibutuhkan. Meski begitu, stok dipastikan masih mencukupi untuk memenuhi permintaan hingga puncak perayaan HUT RI.

Para pengrajin berharap tradisi lomba panjat pinang terus dilestarikan. Mereka juga berharap Pemerintah Kota Tangerang dapat menggelar lebih banyak perlombaan yang melibatkan masyarakat sehingga tradisi khas perayaan Hari Kemerdekaan tersebut tetap terjaga sekaligus mampu menggerakkan perekonomian warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup