Fenomena Kemarau Panjang, Kampung yang Tenggelam di Bendungan Karian Muncul Lagi
WARTAXPRESS.comĀ – Sejumlah bekas permukiman warga di kawasan Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten, kembali terlihat seiring menyusutnya permukaan air waduk pada musim kemarau. Fenomena tersebut memperlihatkan sisa-sisa bangunan yang sebelumnya terendam setelah proses penggenangan bendungan.
Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3), Maretha Ayu Kusumawati, mengatakan bangunan yang kembali tampak berada di bagian hulu genangan, tepatnya di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira.
“Lokasi tersebut sebelumnya merupakan kawasan permukiman yang cukup padat penduduk,” kata Maretha, dikutip dari laman media Nasional Minggu 02 Agustus 2026.
Menurut dia, bangunan-bangunan yang berada di area genangan tidak seluruhnya dibongkar sebelum proses pengisian waduk dilakukan. Pekerjaan yang dilaksanakan tim konstruksi lebih difokuskan pada pembersihan vegetasi di kawasan yang akan digenangi.
“Bangunan terdampak tidak dilakukan pembongkaran secara menyeluruh. Yang dilakukan adalah proses pembersihan tanaman di area genangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, turunnya muka air waduk sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal menyebabkan sebagian struktur rumah yang sebelumnya berada di bawah permukaan air kini kembali terlihat. Secara keseluruhan, volume air waduk saat ini diperkirakan menyusut sekitar lima persen.
Maretha menambahkan, pada kondisi muka air banjir, sebagian besar bangunan tersebut kembali akan terendam karena memiliki perbedaan elevasi sekitar 3,35 meter dibandingkan muka air normal waduk.
Bendungan Karian merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dibangun untuk memperkuat penyediaan air baku bagi Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, hingga Provinsi DKI Jakarta. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 314,7 juta meter kubik.
Pembangunan bendungan dimulai pada Oktober 2015 dan rampung pada 2023. Setelah seluruh proses relokasi masyarakat selesai, pengisian awal atau impounding bendungan dilaksanakan pada 2024.
Pembangunan Bendungan Karian mengharuskan relokasi warga dari sedikitnya tiga kampung, yakni Kampung Susukan, Kampung Cibolang, dan Kampung Karian. Selain pembebasan lahan seluas sekitar 2.226 hektare, pemerintah juga memindahkan puluhan fasilitas umum, meliputi sekolah, masjid, madrasah, musala, kantor desa, polindes, serta posyandu ke lokasi baru.
Munculnya kembali bekas permukiman di dasar waduk menjadi fenomena musiman yang terjadi ketika permukaan air mengalami penurunan pada musim kemarau, sementara fungsi utama Bendungan Karian sebagai penyedia air baku dan pengendali sumber daya air tetap berjalan sesuai peruntukannya.

Tinggalkan Balasan