Kabel Udara Masih Membentang di Banyak Jalan Tangsel, Relokasi Dilakukan Bertahap Sejak 2022
WARTAXPRESS.com- Kabel telekomunikasi yang membentang di udara masih menjadi pemandangan di sejumlah ruas jalan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Meski program relokasi jaringan utilitas ke bawah tanah telah dimulai sejak 2022, hingga pertengahan 2026 baru sembilan ruas jalan yang berhasil ditata, sementara sejumlah koridor lainnya masih dalam tahap pembangunan dan perencanaan.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) terus melanjutkan pemindahan jaringan kabel udara ke saluran bawah tanah atau ducting secara bertahap.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penataan jaringan kabel telekomunikasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih tertata sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Program ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap di berbagai koridor jalan utama di Tangsel agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Benyamin dalam keterangannya Senin, 27 Juli 2026.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan Robbi Cahyadi menjelaskan, proses relokasi kabel utilitas membutuhkan waktu karena melibatkan banyak operator telekomunikasi yang memiliki kesiapan jaringan berbeda-beda.
“Sejak awal 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator,” kata Robbi.
Ia menjelaskan, APJATEL menunjuk kontraktor untuk membangun jaringan ducting bawah tanah.
Setelah jaringan dinyatakan siap dan berfungsi normal, masing-masing operator melakukan migrasi layanan sebelum kabel udara lama diputus secara bertahap.
Seluruh pembangunan jaringan bawah tanah tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan.
“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu proses relokasi dilakukan secara bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
Hingga pertengahan 2026, sembilan ruas jalan telah berhasil ditata menggunakan metode horizontal directional drilling (HDD), yaitu teknologi pengeboran bawah tanah tanpa galian terbuka.
Ruas jalan tersebut meliputi Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan-Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Jalan Menjangan Raya, Jalan Merpati Raya, serta sebagian koridor Jalan WR Supratman.
Sementara itu, sejumlah ruas jalan lainnya masih berada pada tahap pembangunan jaringan HDPE, penarikan kabel ke saluran bawah tanah, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga survei perencanaan.
Robbi mengatakan, penataan utilitas tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, serta mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih modern.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menargetkan program relokasi kabel utilitas terus berlanjut di koridor-koridor jalan utama lainnya hingga jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah kota semakin tertata.
Robbi mengakui selama proses pembangunan sempat terjadi gangguan lalu lintas. Namun menurutnya, manfaat jangka panjang dari penataan tersebut akan lebih besar bagi masyarakat.
“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama,” tutup Robbi.

Tinggalkan Balasan