Soroti SILPA APBN 2025 Capai 255,5 Triliun, Ketua Banggar DPR : Ini Akan Menjadi Beban Fiskal
JAKARTA, WARTAXPRESS.COM — Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam pelaksanaan APBN 2026 yang mencapai Rp255,5 triliun pada laporan semester pemerintah. Banggar menilai tren silpa yang menunjukan kenaikan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak menjadi beban fiskal.
Pada saat pembahasan Banggar bersama Menteri Keuangan dalam rapat evaluasi semester APBN rata-rata SILPA itu sekitar Rp70 triliunan. Sekarang mencapai Rp255,5.
“Ini yang menjadi concern kami yang pertama adalah SILPA sebesar Rp255,5 triliun. Dan ini belum pernah terjadi,” kata Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah dikutip Rabu (22/7/2026).
Legislator Fraksi PDI-Perjuangan ini mengatakan, besarnya SILPA mengindikasikan adanya pembiayaan dan investasi pemerintah yang belum terealisasi secara optimal pada semester pertama. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengurangi efektivitas APBN dan menjadi beban negara apabila hingga akhir tahun anggaran dana tersebut tetap tidak dimanfaatkan.
“Kalau pembiayaan dan investasi itu tidak dieksekusi sampai semester kedua, maka dana tersebut tidak produktif. Padahal Rp255,5 triliun itu kalau tidak dipergunakan pemerintah akan menjadi beban bunga sekitar 7,2 persen,” tegasnya.
Untuk itu, Banggar DPR RI meminta pemerintah menjelaskan penyebab lambatnya realisasi pembiayaan dan investasi serta memastikan anggaran dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin mengetahui sampai sejauh mana program pembiayaan dan investasi dilakukan pemerintah. Jangan sampai uang yang sudah disiapkan justru menjadi beban karena tidak dimanfaatkan,” ungkapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan