Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Picu Ibu Hamil Dirujuk Rumah Sakit

Bupati Tangerang, Moh.Maesyal

WARTAXPRESS.comĀ  – Dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, terus meluas dan mulai memberikan efek serius terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pekat dari kebakaran yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga saat ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyampaikan bahwa kelompok paling rentan terdampak adalah balita, lansia, serta ibu hamil yang tinggal di radius terdampak asap. Kondisi tersebut membuat pihak medis harus meningkatkan status kewaspadaan di sejumlah wilayah.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah seorang ibu hamil yang mengalami gangguan pernapasan cukup serius hingga harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

ā€œMemang ada satu kasus ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit karena selain kondisi kehamilannya, ia juga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap,ā€ ujar Hendra dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Sebagai langkah cepat, Dinkes Kabupaten Tangerang telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar area terdampak.

 

Posko tersebut difungsikan untuk memberikan layanan pemeriksaan, pengobatan, serta pemantauan kondisi warga yang masih bertahan di sekitar lokasi.

 

Sebanyak 25 tenaga kesehatan juga dikerahkan secara bergantian, termasuk untuk layanan malam hari apabila terdapat warga yang mengungsi atau membutuhkan pertolongan darurat.

 

Tidak hanya itu, dampak asap kebakaran kini juga terpantau menjangkau beberapa kecamatan lain seperti Mauk, Rajeg, hingga Sukadiri. Kondisi arah angin yang berubah-ubah membuat sebaran asap sulit diprediksi, sehingga meningkatkan risiko paparan di wilayah yang lebih luas.

Pemerintah daerah melalui seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang telah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan ketersediaan masker dan obat-obatan pernapasan bagi masyarakat.

ā€œKami sudah instruksikan seluruh puskesmas untuk siaga. Jika arah angin berubah dan asap menjangkau wilayah lain, fasilitas kesehatan harus sudah siap,ā€ tambahnya.

Selain memperkuat layanan kesehatan, masyarakat di sekitar area terdampak juga diimbau untuk sementara waktu menjauhi wilayah yang masih dipenuhi asap tebal.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk evakuasi, warga diminta tetap menggunakan masker sebagai perlindungan minimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup