Ratusan Ojol Banten Gelar Aksi di KP3B, Sampaikan Lima Tuntutan kepada Pemprov
WARTAXPRESS.com – Ratusan pengemudi ojek online (ojek daring) roda dua dan roda empat dari berbagai daerah di Provinsi Banten menggelar aksi solidaritas di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang,
Sejak pagi, Rabu 01 Juli 2026, peserta aksi mulai berdatangan menggunakan kendaraan masing-masing.
Kawasan depan gerbang KP3B dipenuhi sepeda motor dan mobil dari berbagai komunitas pengemudi lintas aplikator yang hadir untuk menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan mitra pengemudi dan regulasi transportasi daring.
Aksi yang mengusung tema “Aksi Solidaritas Ojol Banten: Bergerak Bersama Menuntut Keadilan dan Kepastian Regulasi” berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Para peserta membawa spanduk, poster, serta bendera komunitas sambil mengikuti orasi yang disampaikan secara bergantian dari mobil komando.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Banten.
Tuntutan pertama adalah percepatan implementasi regulasi nasional mengenai batas potongan komisi aplikator yang diharapkan maksimal 20 persen, disertai penguatan tata kelola transportasi daring di tingkat daerah.
Kedua, para pengemudi meminta pemerintah menyediakan fasilitas parkir gratis di sejumlah area publik yang menjadi titik aktivitas pengemudi transportasi online.
Selanjutnya, massa juga meminta distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dapat lebih merata guna mendukung kebutuhan operasional harian para pengemudi.
Tuntutan berikutnya berkaitan dengan pengendalian harga kebutuhan pokok. Menurut peserta aksi, stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk para pekerja sektor transportasi daring.
Adapun tuntutan kelima adalah penguatan perlindungan hukum bagi mitra pengemudi. Mereka berharap terdapat kepastian regulasi yang mampu memberikan perlindungan terhadap kebijakan aplikator yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan pengemudi.
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian bersama petugas keamanan melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar kawasan KP3B. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang menyebabkan perlambatan di beberapa titik, kondisi secara umum tetap kondusif.
Perwakilan massa hingga siang hari masih menunggu kesempatan untuk berdialog dengan jajaran Pemerintah Provinsi Banten guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
Para peserta berharap aksi tersebut menjadi ruang komunikasi yang konstruktif antara pengemudi transportasi daring dan pemerintah daerah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi mitra pengemudi, khususnya terkait kesejahteraan dan kepastian regulasi.

Tinggalkan Balasan