Bisnis Berkelanjutan Berbasis Nilai, Kunci Sari Asih Menembus Panggung Global
TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Kepercayaan menjadi sangat berharga daripada sekadar modal materi dalam membangun bisnis berkelanjutan. Pesan kuat ini ditekankan Arief Rachadiono Wismansyah, Komisaris Sari Asih Grup, saat menjadi pembicara dalam gelaran ke-6 International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHCE) di Ballroom Novotel, Kota Tangerang, Rabu (06/05/26).
Di hadapan lebih dari 500 peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia, Wali Kota Tangerang periode 2013-2023 ini berbicara tentang “Membangun Bisnis Jaringan Berkelanjutan Berbasis Nilai di Era Globalisasi”. Arief yang merupakan saksi hidup pertumbuhan Sari Asih menegaskan skala besar bukanlah jaminan eksistensi sebuah unit usaha.
“Saya bukan akademisi. Saya adalah bagian dari cerita dibangunnya rumah sakit Sari Asih dari nol. Pelajaran terbesar saya adalah bisnis yang bertahan bukan yang paling besar, tapi yang paling dipercaya,” ujar Arief disambut antusiasme peserta.
Menurut Arief, di tengah gempuran era globalisasi, nilai-nilai fundamental seringkali terlupakan. Ia menceritakan bagaimana ekspansi Sari Asih Grup justru didorong oleh integritas dan kepercayaan yang terbangun sejak lama dengan para pemangku kepentingan.
Salah satu bukti nyata yang ia paparkan adalah pembangunan cabang Sari Asih di Ciledug dan Serang yang terwujud dengan mengandalkan kepercayaan dari pihak perbankan.
“Cabang Ciledug dibangun saat saya menginjak usia 26 tahun melalui kepercayaan pihak perbankan. Kemudian cabang Serang yang dibangun dengan 100 % modal kepercayaan,” terang Arief.
Memasuki usia ke-45 tahun, Sari Asih Grup tidak hanya sekadar bertahan, namun terus bertransformasi, dengan telah mengepakkan sayap di delapan cabang rumah sakit dan mulai merambah sektor pendidikan melalui Pesantren Tahfidz Ar Rahmah, SMA IT Ar Rahmah Cendekia dan Rumah Tahfidz Al Qur’an.
“Saya percaya, bisnis yang dibangun di atas nilai tidak perlu berlomba menjadi yang terbesar. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak mengingat siapa yang paling besar, mereka mengingat siapa yang paling mereka percaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan