Harga Solar Non Subsidi Tembus Rp30 Ribu, ESDM Sebut Lebih Utamakan Stok
WARTAXPRESS.com- Kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi kembali terjadi, dengan jenis diesel dilaporkan menembus kisaran Rp30.000 per liter di sejumlah SPBU swasta. Kondisi ini juga diikuti kenaikan harga di SPBU Pertamina yang mencapai Rp27.900 per liter untuk produk sejenis.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman mengatakan, lonjakan harga tidak terlepas dari kondisi geopolitik global yang masih bergejolak.
“Ya tentu kalau kita perhatikan kan kondisi geopolitik ini tidak stabil ya. Naik turun, naik turun, naik turun,” kata Laode, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.
Meski harga terus merangkak naik, pemerintah belum menempatkan pengendalian harga sebagai prioritas utama.
Fokus saat ini lebih diarahkan pada menjaga ketersediaan pasokan BBM di dalam negeri.
“Yang paling penting buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok aman aja udah, itu yang paling penting,” ujarnya.
Diketahui, kenaikan harga terlihat di sejumlah SPBU swasta. Produk diesel unggulan bahkan mencapai Rp30.890 per liter. Sementara untuk BBM jenis bensin seperti RON 92 berada di kisaran Rp12.390 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada produk non-subsidi milik Pertamina. Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex mencapai Rp27.900 per liter.
Sementara itu, beberapa jenis BBM lain seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, dan solar subsidi masih belum mengalami perubahan harga.

Tinggalkan Balasan