WFH ASN di Kabupaten Tangerang Dinilai Belum Ampuh Tekan Pengeluaran APBD
WARTAXPRESS.com- Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tangerang disebut belum memberikan dampak berarti terhadap efisiensi anggaran daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang, Muhammad Hidayat.
“Kalau dalam rangka efisiensi pada APBD mungkin tidak terlalu (berpengaruh). Karena yang saya jelaskan, mendapatkan WFH ini paling umumnya staf, mereka tidak dibekali dengan BBM dan fasilitas. Dan ada (ASN) yang masuk (kerja) juga ada, jadi artinya energi listrik, air di kantor pun masih terpakai,” jelasnya dikutip dari Antara Banten, Selasa 5 Mei 2026.
Menurut Hidayat, penerapan WFH yang dilakukan satu kali dalam sepekan tersebut belum mampu menekan pengeluaran daerah secara signifikan.
Kebijakan ini juga hanya berlaku bagi sekitar 50 persen pegawai yang tidak bertugas langsung pada layanan publik.
“Karena memang ketika WFH pun itu kan hanya kepada staf, di mana mereka tidak ada untuk alokasi BBM kendaraan. Terus untuk kantor sendiri, walaupun mereka ada yang WFH tapi ada juga yang masih masuk, jadi kemungkinan masih digunakan juga listrik, air,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang masih akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk melihat sejauh mana dampak kebijakan tersebut terhadap efisiensi anggaran.
“Jadi kami juga belum bisa melihat berapa efisiensi yang dihasilkan. Saya pikir dalam periode nanti setelah tiga bulan kita evaluasi dampaknya apa?,” katanya.
Meski dinilai belum berdampak signifikan di tingkat daerah, Hidayat menyebut kebijakan WFH berpotensi memberikan efek penghematan dalam skala nasional, terutama dari sisi pengurangan konsumsi bahan bakar dan mobilitas kendaraan.
Sementara itu, hasil evaluasi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa pelaksanaan WFH berjalan dengan baik dari sisi kinerja pegawai.
Kepala BKPSDM Kabupaten Tangerang Beni Rahmat menyampaikan, sistem kerja fleksibel atau hybrid working tetap menjaga produktivitas ASN.
Ia mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan ASN tetap menjalankan tugasnya secara optimal meski bekerja dari rumah.
“Jadi sangat baik pelaksanaannya, tetap produktif, tetap melaksanakan kegiatannya dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya.
Beni juga menilai kebijakan ini tetap memberikan kontribusi terhadap efisiensi, terutama dalam pengurangan penggunaan fasilitas kantor seperti listrik, air, dan pendingin ruangan.
“Terus yang keduanya, fasilitas yang ada di ruangan kerja yang ditinggalkan, seperti AC mati, listrik mati, air mati, semuanya pasti akan berdampak kepada efisiensi hasilnya,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan