ASN Pemkot Tangsel Masuk Kerja 25 Maret, Namun Masih WFH
WARTAXPRESS.com- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai kembali bekerja pada Rabu, 25 Maret 2026, setelah menjalani cuti bersama dan libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Meski sudah aktif kembali, pola kerja pada hari pertama belum sepenuhnya normal karena masih menggunakan skema work from anywhere (WFA).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan sebagai masa transisi setelah libur panjang Lebaran, sekaligus untuk menjaga kelancaran pelayanan publik di tengah situasi arus balik yang masih berlangsung.
Menurut Benyamin, Pemkot Kota Tangsel memberikan ruang penyesuaian melalui sistem kerja fleksibel sebelum aktivitas pemerintahan berjalan normal kembali.
“Tanggal 25 mereka sudah mulai masuk, tetapi masih WFA,” ujarnya dikutip dari RRI.co.id.
Meski bekerja secara fleksibel, Benyamin menegaskan seluruh ASN tetap wajib menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Pelaksanaan pekerjaan juga harus tetap dipantau serta dilaporkan kepada pimpinan di setiap perangkat daerah.
“Mereka harus tetap melakukan tugas pokok dan fungsinya sudah jelas, dan dilaporkan kepada pimpinan,” katanya.
Sebagai penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan secara penuh, seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tangsel dijadwalkan mengikuti apel bersama pada 30 Maret 2026.
Setelah itu, ritme kerja pemerintahan diperkirakan kembali berjalan normal seperti biasa.
“Tanggal 30 kita akan apel bersama,” ucapnya.
Lanjut Benyamin, situasi sosial masyarakat Tangsel selama Ramadan hingga Idulfitri yang tahun ini dinilainya berlangsung kondusif. Sebab, tidak ada gesekan horizontal yang berarti meski terdapat perbedaan waktu perayaan dan latar belakang keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami melihat tidak ada gesekan horizontal. Ini menunjukkan masyarakat semakin dewasa dan himbauan pemerintah serta tokoh agama dipatuhi,” ujarnya.
Benyamin juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan dan Lebaran, termasuk dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah.
Menurutnya, hal itu mencerminkan pembangunan sosial dan spiritual masyarakat yang berjalan cukup baik.
“Ini bukti bahwa pembangunan mental dan spiritual berjalan baik, sejalan dengan visi kota yang cerdas, modern, dan religius,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Tangsel juga mulai mengantisipasi dampak pasca-Lebaran, terutama terkait peningkatan konsumsi masyarakat yang biasanya berimbas pada potensi kenaikan harga kebutuhan pokok serta lonjakan volume sampah di berbagai wilayah.

Tinggalkan Balasan