TANGERANG KOTA, WARTAXPRESS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bersama relawan menuangkan 1.500 liter cairan eco enzim ke aliran Sungai Cisadane, Jumat 13 Febuari 2026, sore.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan dan perbaikan kualitas air sungai menyusul dugaan pencemaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Cairan eco enzim dinilai mampu membantu menetralisir partikel limbah yang mencemari sungai dan berdampak pada rusaknya ekosistem air.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan penaburan eco enzim dilakukan secara bertahap dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu.

“Kita menaburkan eco enzim yang kita dapatkan dari relawan, kurang lebih ada 1.500 liter yang akan kita taburkan secara bertahap. Sore ini kita taburkan dengan perahu. Mudah-mudahan ini menjadi langkah antisipasi atas dugaan pencemaran Sungai Cisadane yang terjadi beberapa hari terakhir,” ujar Mahdiar.

Ia menjelaskan, eco enzim yang digunakan merupakan cairan hasil olahan relawan berbahan baku organik yang telah melalui proses fermentasi dan aman bagi lingkungan. Selain berfungsi sebagai disinfektan alami, cairan tersebut juga diyakini dapat membantu menetralisir beberapa jenis limbah.

“Eco enzim ini dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasi. Dampaknya cukup baik, bisa membantu menetralisir limbah dan menjadi bagian dari treatment air di Cisadane,” katanya.

Selain melakukan penaburan eco enzim, petugas BPBD bersama relawan juga melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mengangkat bangkai ikan dan sampah yang masih mengotori perairan.

Bangkai ikan dan sampah yang ditemukan kemudian dikumpulkan untuk dimusnahkan guna mencegah potensi penyebaran penyakit kepada masyarakat sekitar.

Mahdiar berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin sehingga kualitas air Sungai Cisadane dapat berangsur membaik dan kembali dimanfaatkan masyarakat, termasuk sebagai sumber air baku Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM).