WartaXpress

WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Sedimen Lumpur Capai Satu Meter, Pemkot Tangerang Didesak Normalisasi Drainase Jalan Sedyatmo

Buruknya sistem drainase dituding menjadi penyebab utama genangan banjir yang merendam ruas Tol Sedyatmo, Senin 19 Januari 2026.

TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Buruknya sistem drainase dituding menjadi penyebab utama genangan banjir yang merendam ruas Tol Sedyatmo, tepatnya di Kilometer 33 arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kondisi ini dipicu penumpukan sedimen lumpur yang sangat parah, dengan kedalaman mencapai lebih dari satu meter.

Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran air yang seharusnya menjadi tumpuan pembuangan massa air kini tidak berfungsi optimal. Selain tumpukan lumpur, penyempitan saluran akibat keberadaan bangunan di atas drainase turut memperparah keadaan, sehingga air meluap setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Bencana ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas menuju gerbang internasional Indonesia, tetapi juga berdampak pada puluhan pemukiman warga di bantaran Kali Rawabokor, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda. Banjir di lokasi ini tercatat sebagai salah satu yang terparah, memicu kemacetan panjang hingga memaksa warga sekitar untuk mengungsi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius dari kalangan pelaku usaha. Mereka menilai jika tidak segera ditangani, banjir berkepanjangan akan terus menghantui dan melumpuhkan aktivitas perekonomian di kawasan strategis tersebut.

“Kami mohon bantuan Pemerintah Kota Tangerang untuk segera melakukan normalisasi. Masalah banjir kemarin salah satunya karena air tidak bisa mengalir ke saluran kota. Drainase di sisi jalan tol ini sudah bertahun-tahun tertutup lumpur setinggi satu meter lebih,” ujar Asep, salah seorang pelaku usaha di kawasan tersebut.

Hal senada diungkapkan Komarudin, Ketua RT setempat. Ia menjelaskan bahwa aliran air di wilayahnya, khususnya di RT 01, tidak mengalir dengan baik karena adanya hambatan.

“Saluran air tidak berjalan bebas karena banyak lumpur. Selain itu, ada dugaan penyumbatan akibat bangunan di atas saluran. Air yang seharusnya mengalir deras malah meluap ke atas dan menyebabkan banjir,” jelas Komarudin.

Merespons kondisi yang terus berulang, warga dan pelaku usaha mendesak Pemerintah Kota Tangerang, Banten, untuk segera mengambil langkah nyata, mulai dari mengangkat lumpur yang telah mengendap bertahun-tahun.

Mengembalikan fungsi drainase agar air dapat mengalir lancar menuju pembuangan kota hingga menindak tegas bangunan yang berdiri di atas aliran air dan menyebabkan penyempitan.

Kejadian banjir yang sempat merendam Tol Sedyatmo KM 33 pada pekan lalu menjadi sorotan tajam. Pasalnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan wajah Indonesia di mata dunia. Kemacetan panjang dan genangan air di jalur utama menuju bandara dinilai mencoreng citra pelayanan infrastruktur nasional.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan akses utama negara ini bebas dari ancaman banjir saat intensitas hujan meningkat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup