Berkedok Petugas ‘Bank Keliling’, Dua Pelaku Curanmor di Tangerang Diringkus Polsek Jatiuwung
TANGERANGKOTA, WARTAEXPRESS.com Jajaran Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota, meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) berinisial WL dan DR. Ironisnya, kedua pelaku menggunakan profesi sebagai petugas bank keliling sebagai modus untuk mengincar kendaraan para korbannya.
Penangkapan dilakukan di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (05/02/2026) dini hari, sesaat setelah keduanya beraksi di Jalan Gatot Subroto, Kota Tangerang, Banten.
Aksi pelaku terendus saat Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Jatiuwung tengah melakukan Patroli Operasi Pekat 2026.
Petugas yang berada di lapangan mendengar teriakan korban yang menyadari sepeda motornya digondol saat terparkir di halaman rumah. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya pelarian kedua pelaku terhenti di tangan petugas.
Kapolsek Jatiuwung, AKP Robiin menuturkan Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi mengungkap fakta unik sekaligus meresahkan. Kedua pelaku sehari-hari memang bekerja sebagai petugas bank keliling. Namun, pekerjaan tersebut hanyalah kedok untuk mempermudah aksi kriminal mereka.
“Hasil interogasi awal, kedua pelaku ini adalah petugas bank keliling. Ternyata itu adalah modus mereka mencari mangsa dan menentukan titik lokasi mana yang mau diambil,” ujarnya.
Dengan berkeliling menagih angsuran, pelaku dapat dengan leluasa mencari sasaran sepeda motor secara acak (random) sekaligus memetakan rute pelarian yang aman setelah berhasil mengeksekusi kendaraan korban.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana tersebut, meliputi 2 unit sepeda motor (satu hasil curian dan satu milik pelaku), buku catatan angsuran dari kreditur bank keliling, kunci Letter T beserta mata kuncinya serta satu unit pistol mainan.
Kepada penyidik, pelaku mengaku telah beraksi sebanyak 10 kali di wilayah hukum Jatiuwung. Kompol Robiin menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut karena kedua pelaku diduga masuk dalam jaringan Lampung.
“Kami akan kembangkan terus, mudah-mudahan bisa mengungkap lebih dari 10 TKP dan mengumpulkan barang bukti hasil kejahatan lainnya agar bisa kami kembalikan kepada para pemiliknya,” tutup Robiin.

Tinggalkan Balasan