KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com – Peristiwa menegangkan terjadi di tengah banjir yang merendam Perumahan Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, Jumat (23/1/2026) siang.

Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bernama Onil nyaris tenggelam saat bermain air di area banjir, namun berhasil diselamatkan oleh petugas gabungan.

Onil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Momen evakuasi tersebut terekam dalam video amatir warga dan sempat membuat suasana panik di lokasi.

Tangis histeris sang ibu pecah saat melihat kondisi anaknya yang lemah ketika dievakuasi petugas. Ia terus menangis dan memanggil nama Onil selama proses penyelamatan berlangsung.

Beruntung, setelah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis rumah sakit, kondisi Onil mulai membaik. Bocah tersebut kini telah sadar dan masih menjalani perawatan lanjutan di ruang IGD dengan didampingi orang tuanya.

Menurut keterangan Aipda Damhuri, Bhabinkamtibmas Polsek Jatiuwung, peristiwa itu terjadi di sekitar lokasi pengungsian Masjid Al Muhajirin.

“Alhamdulillah kondisi korban sudah sadar dan ditangani pihak rumah sakit. Anak bernama Onil usia sekitar 9 tahun. Informasi kami terima dari pihak puskesmas bahwa korban tenggelam di depan Masjid Al Muhajirin. Kemungkinan anak tersebut bermain air lebih dulu sementara ibunya masih bertahan di rumah karena rumahnya bertingkat dua,” ujar Aipda Damhuri.

Banjir di Perumahan Mutiara Pluit sendiri terjadi akibat luapan Kali Cirarap sejak Jumat dini hari. Ketinggian air mencapai 200 hingga 300 sentimeter, bahkan di beberapa titik sudah setinggi atap rumah.

Akibat kondisi tersebut, sekitar 300 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Masjid Al Muhajirin dan sejumlah lokasi pengungsian lainnya.

Petugas gabungan dari kepolisian, relawan, dan karang taruna hingga kini masih terus melakukan evakuasi warga serta pemantauan wilayah terdampak banjir. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keselamatan anak-anak di tengah genangan banjir yang masih tinggi.