Terjang Banjir, Damkar Ciledug Evakuasi Lansia Menggunakan Truk Gantikan Ambulance
TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Korban Ciledug, BPBD Kota Tangerang, melakukan aksi heroik dengan mengevakuasi seorang pasien lanjut usia (lansia) di tengah kepungan banjir pada Jumat (23/01/26).
Lantaran akses jalan Raden Saleh yang lumpuh, petugas terpaksa menggunakan truk pengangkut perahu untuk membawa pasien menuju rumah sakit.
Peristiwa ini bermula saat warga di Kelurahan Karang Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, meminta bantuan darurat. Orang tua mereka yang sedang dalam kondisi medis tidak stabil harus segera dilarikan ke rumah sakit di kawasan Jakarta Barat.
Namun, banjir yang merendam pemukiman dan akses jalan utama membuat mobil ambulans tidak dapat menjangkau lokasi.
Banjir tidak hanya memutus akses jalan, tetapi juga telah masuk ke dalam rumah dan merendam seluruh ruangan, termasuk kamar perawatan pasien tersebut dan evakuasi menjadi langkah krusial demi menjamin keselamatan dan kesehatan sang lansia.
Dalam proses evakuasi yang berlangsung dramatis, petugas Damkar bahu-membahu mengangkat pasien yang terbaring lemah di atas kasur. Tidak hanya pasien, petugas juga harus memastikan tabung oksigen yang menjadi alat bantu pernapasan tetap berfungsi selama proses pemindahan ke atas bak truk.
Komandan Regu 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada, menjelaskan bahwa penggunaan truk merupakan satu-satunya solusi logistik yang memungkinkan saat itu. Menurutnya, ketinggian air di Jalan Raden Saleh yang mencapai 10 hingga 20 sentimeter menjadi hambatan utama bagi kendaraan kecil.
“Kami menerima laporan adanya orang sakit yang harus dievakuasi. Karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan ambulans, saya memutuskan evakuasi menggunakan truk pengangkut perahu yang ada di kantor. Truk ini lebih tinggi sehingga memungkinkan untuk menerjang genangan banjir,” ujar Syuhada.
Syuhada menambahkan, meski medan cukup sulit, proses pemindahan pasien dari dalam rumah ke unit kendaraan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah tidak ada kendala. Pasien kami bawa dari dalam rumah yang sudah kebanjiran, kemudian kami angkut dengan truk menuju rumah sakit di Jakarta Barat. Pasien tersebut memang sudah menggunakan selang pernapasan, jadi penanganannya harus sangat hati-hati,” tambahnya.
Setibanya di rumah sakit tujuan, pasien langsung mendapatkan penanganan medis intensif dari tim dokter. Aksi tanggap darurat ini mendapat apresiasi dari pihak keluarga yang sempat khawatir akan kondisi kesehatan pasien di tengah situasi bencana.

Tinggalkan Balasan