KOTA TANGERANG, WaWARTAXPRESS.com – Musim penghujan kembali memunculkan persoalan di Kota Tangerang, Banten. Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah berupa lubang dengan kedalaman hingga 20 sentimeter.

Kondisi ini tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Salah satu titik terparah berada di sepanjang Jalan M Toha, Kecamatan Karawaci. Jalan penghubung antara Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang tersebut dipenuhi lubang dengan diameter bervariasi. Saat hujan turun, lubang-lubang itu tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

Akibatnya, kecelakaan lalu lintas kerap terjadi. Warga menyebut korban paling banyak adalah ibu-ibu pengendara motor yang tidak menyadari adanya lubang di tengah genangan air.

“Kemarin saja ada yang jatuh, kebanyakan ibu-ibu. Air menggenang jadi tidak tahu mana jalan yang aman, mana yang berlubang. Ada yang sampai jatuh bawa belanjaan,” ujar Mulyadi, warga sekitar, Kamis (22/1/2026).

Menurut warga, perbaikan jalan sebenarnya sudah dilakukan, namun hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama. Tingginya intensitas kendaraan bertonase berat, termasuk kendaraan tambang, disebut mempercepat kerusakan jalan.

“Harapannya kualitas perbaikannya ditingkatkan. Ini belum lama ditambal, tapi sudah hancur lagi,” tambah Mulyadi.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang mengakui telah menerima banyak laporan terkait kerusakan jalan, khususnya di Jalan M Toha, Jalan Suryadharma, dan kawasan Sangiang Periuk.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan curah hujan tinggi menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyisiran di seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Tangerang.

“Kami lakukan penanganan bertahap. Ada yang sifatnya sementara dengan penambalan, dan ada yang ditangani permanen dengan pengecoran atau pengaspalan, tergantung kondisi jalannya,” jelas Taufik.

Selain menutup lubang, Dinas PUPR juga melakukan pengecekan dan normalisasi drainase untuk mencegah genangan air yang memperparah kerusakan jalan.

“Harapannya kenyamanan masyarakat tidak terlalu terganggu dan kecelakaan akibat jalan berlubang bisa dicegah,” ujarnya.

Warga pun berharap pemerintah daerah lebih sigap dan serius dalam menangani persoalan jalan rusak, mengingat dampaknya bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.