TANGERANG KOTA, WARTAXPRESS.com – Guyuran hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Jabodetabek sejak pagi hingga malam hari memicu peningkatan debit air di sejumlah aliran sungai di Kota Tangerang. Akibatnya, Kali Sabi dan Kali Angke tak mampu menampung volume air dan mulai meluap, merendam permukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa curah hujan ekstrem terjadi secara merata di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak pagi sampai malam ini menyebabkan limpasan air di Kali Sabi dan Kali Angke. Kondisi hujan memang hampir merata di wilayah Jabodetabek,” kata Mahdiar saat meninjau lokasi terdampak banjir, Kamis malam. 22 Januari 2026.

Dua Wilayah Terdampak Parah, Air Capai Satu Meter

Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, genangan air paling signifikan terjadi di dua kawasan, yakni Kecamatan Periuk serta wilayah Candulan, Kecamatan Cipondoh. Di lokasi tersebut, ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga mencapai satu meter di titik terdalam.

Mahdiar menjelaskan, kondisi ini diperparah oleh belum optimalnya pembangunan turap di beberapa segmen sungai, sehingga air dengan cepat meluber ke kawasan permukiman warga.

Puluhan Warga Mengungsi ke GOR Periuk

Pemerintah daerah bergerak cepat merespons situasi darurat tersebut. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk mengevakuasi warga ke lokasi pengungsian yang lebih aman.

“Camat setempat telah mengarahkan warga yang bersedia mengungsi ke GOR Kecamatan Periuk. Hingga saat ini, lebih dari 40 jiwa sudah berada di posko pengungsian,” ujar Mahdiar.

Meski demikian, tidak sedikit warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing, khususnya di lantai dua, sembari terus memantau kondisi air.

Personel Gabungan Diterjunkan, Warga Diminta Tetap Waspada

Untuk memastikan keselamatan masyarakat, BPBD Kota Tangerang telah mengerahkan sekitar 35 personel yang disebar di wilayah Cipondoh dan Periuk. Penanganan banjir ini turut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, unsur TNI-Polri, serta para relawan.

“Kami bersiaga penuh di lapangan bersama instansi terkait dan relawan untuk membantu warga serta mengantisipasi kemungkinan terburuk,” tutup Mahdiar.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, agar tetap waspada dan segera melapor kepada petugas jika debit air kembali meningkat.