Sejumlah Mal di Tangsel Batalkan Kembang Api Tahun Baru 2026, Ini Alasannya
TANGSEL, WARTAXPRESS.com – Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) berlangsung lebih sederhana. Sejumlah pusat perbelanjaan memilih meniadakan pesta kembang api sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah Provinsi Banten serta bentuk empati terhadap korban bencana alam.
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Gubernur Banten Andra Soni Nomor 73 Tahun 2025 yang melarang penggunaan, penyimpanan, hingga jual beli kembang api dan petasan di seluruh wilayah Provinsi Banten. Larangan ini dikeluarkan sebagai wujud solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra.
Menindaklanjuti aturan tersebut, sedikitnya tujuh mal di Tangsel memutuskan membatalkan agenda pesta kembang api yang sebelumnya rutin digelar setiap malam tahun baru.
Living World Alam Sutera menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang secara resmi mengumumkan pembatalan pertunjukan kembang api.
Manajemen menyatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah terjadi.
Langkah serupa juga dilakukan oleh The Flavor Bliss Alam Sutera. Pengelola menyampaikan bahwa pertunjukan kembang api di kawasan Broadway pada 31 Desember 2025 ditiadakan demi menunjukkan empati kepada warga terdampak bencana.
Sementara itu, The Breeze BSD City tetap menggelar perayaan malam tahun baru tanpa kembang api.
Acara The Breeze New Year Celebration tetap berlangsung dengan hiburan live music, DJ performance, serta pertunjukan cahaya dan laser. Manajemen mengajak pengunjung menutup tahun dengan doa dan harapan baru.
Summarecon Mall Serpong (SMS) juga memastikan tidak ada pesta kembang api pada pergantian tahun kali ini.
Sebagai gantinya, SMS menghadirkan rangkaian New Year Celebration dan Luminous Night Sale yang dapat dinikmati bersama keluarga.
Keputusan serupa diumumkan oleh AEON Mall BSD City. Pertunjukan Spectacular Fireworks yang sebelumnya direncanakan dibatalkan, namun rangkaian hiburan lain tetap digelar, termasuk acara karaoke bersama grup musik SMASH.
Teraskota BSD pun memilih pendekatan berbeda dengan menggelar kegiatan bertajuk Teraskota Bermunajat untuk Negeri.
Acara tersebut diisi dengan doa dan refleksi bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus menyambut Tahun Baru 2026 dengan suasana khidmat.
Pembatalan pesta kembang api ini menandai perayaan tahun baru yang lebih sederhana, sekaligus mencerminkan solidaritas sosial di tengah situasi duka yang masih dirasakan di berbagai daerah Indonesia.

Tinggalkan Balasan