Genjot Persiapan Fakultas Kedokteran, UMT Fokus Matangkan Prioritas dari Berbagai Hal termasuk SDM, Kurikulum dan Fasilitas
WARTAXPRESS.com – Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) terus memantapkan langkah strategis dalam proses pendirian Fakultas Kedokteran (FK). Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendirian Fakultas Kedokteran UMT yang digelar pada Minggu 7 Desember 2025, bertempat di Aula Lantai 15 Gedung UMT.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional di bidang kesehatan, Dra. Hj. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes. Bimtek turut dihadiri oleh Rektor UMT, Ketua dan Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH), Tim Task Force Pendirian FK UMT, para Wakil Rektor, serta Pembina Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta (FK UMJ) sebagai mitra pendamping.
Dalam sambutannya, Rektor UMT Dr. H. Desri Arwen, M.Pd. menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran merupakan bagian dari komitmen besar UMT untuk berkontribusi nyata dalam sektor kesehatan nasional.
“Pendirian Fakultas Kedokteran UMT bukan hanya untuk menjawab kebutuhan tenaga medis, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab moral kami dalam mencetak dokter yang unggul, berintegritas, dan berakhlak. Karena itu, seluruh proses harus dipersiapkan secara matang dan sesuai standar,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan materi, Dra. Hj. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes. menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana merupakan faktor kunci dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran yang berkualitas.
“Fakultas Kedokteran harus ditopang fasilitas yang memadai. Mini hospital dan mini puskesmas bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar sejak dini tentang pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar UMT benar-benar memperhatikan standar nasional pendidikan kedokteran, sehingga lulusan yang dihasilkan nantinya siap bersaing dan siap mengabdi di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pembina FK UMJ turut menyampaikan sejumlah catatan penting sebagai bagian dari pendampingan pendirian FK UMT. Salah satu sorotan utama ialah aspek kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Jangan sampai masih ada SDM yang tercantol dengan instansi lain. Dosen dan tenaga kependidikan FK harus fokus dan memiliki komitmen penuh agar kualitas pendidikan benar-benar terjaga,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keselarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) antara program akademik dan program profesi.
“RPS harus benar-benar diperhatikan kesesuaiannya antara program studi profesi dan Fakultas Kedokteran. Ini penting agar jalur pendidikan mahasiswa jelas, terarah, dan sesuai standar,” tambahnya.
Terkait pemaparan fasilitas oleh narasumber, Pembina FK UMT dari UMJ yang juga Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Dr. dr. Farsida, MPH, turut mengapresiasi konsep pembangunan mini hospital yang dirancang UMT.
“Mini hospital ini merupakan gagasan yang sangat menarik dan potensial. Jika direalisasikan dengan serius, ini akan menjadi kekuatan besar bagi FK UMT ke depan,” tutupnya.
Melalui kegiatan Bimtek ini, UMT semakin memantapkan langkah pendirian Fakultas Kedokteran dengan memperkuat tiga aspek utama, yakni sarana prasarana, sumber daya manusia, dan kurikulum pendidikan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan keseriusan UMT dalam menghadirkan Fakultas Kedokteran yang berstandar tinggi, profesional, serta berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan