Kota Tangerang Masuk 6 Besar Penilaian PTSP Nasional, Tim BKPM Lakukan Uji Petik
TANGERANG, WARTAXPRESS.COM — Kota Tangerang masuk dalam enam besar daerah terbaik dalam penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tingkat nasional yang dilakukan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Untuk memastikan hasil penilaian tersebut, tim penilai melakukan uji petik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang yang terintegrasi dengan Mal Pelayanan Publik. Uji petik menjadi tahapan verifikasi dan pengecekan langsung terhadap hasil penilaian sebelumnya.
Tim Penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Wisnu Soedijo, mengatakan Kota Tangerang terpilih sebagai salah satu dari enam nomine terbaik setelah melalui rangkaian penilaian yang dilakukan terhadap daerah di seluruh Indonesia.
“Uji petik ini untuk mengecek dan melakukan check and recheck terhadap hasil sebelumnya, baik melalui verifikasi dokumen maupun verifikasi lapangan oleh tim surveyor,” ujar Wisnu, pada Selasa 11 Agustus 2026
Menurut Wisnu, sebelum memasuki tahapan uji petik, masing-masing daerah juga mengikuti sesi pemaparan yang disampaikan oleh pimpinan daerah. Rangkaian tersebut merupakan bagian dari penilaian kinerja PTSP sekaligus penilaian terhadap percepatan pelaksanaan berusaha (PPB).
“Penilaian tidak hanya melihat aspek administratif, tetapi mencakup berbagai unsur yang berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Tim Penilai, Meyer Siburian, menjelaskan sejumlah indikator yang diperiksa meliputi infrastruktur, sumber daya manusia, standar operasional prosedur (SOP), hingga mekanisme pengawasan.
“Yang kita nilai adalah apakah pelayanan perizinan ini betul-betul ditujukan untuk pelayanan publik yang transparan, cepat, dan terbuka,” kata Meyer.
Ia menegaskan, uji petik di Kota Tangerang bukan merupakan penilaian awal, melainkan tahap verifikasi terhadap daerah yang sebelumnya telah masuk jajaran terbaik.
Dari enam daerah yang menjadi nomine, tim penilai selanjutnya akan menentukan peringkat terbaik. Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada bulan berikutnya.
Ia menambahkan, proses penilaian dilakukan secara ketat dan objektif. Perbedaan nilai antardaerah yang masuk jajaran teratas bahkan diperkirakan sangat tipis.
“Kalaupun juara satu, dua, atau tiga, biasanya tipis-tipis saja. Bisa berbeda 0,1,” ujarnya.
DPMPTSP Kota Tangerang Dorong Inovasi Digital
Terpisah, Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Sugihharto Achmad Bagdja mengatakan peningkatan kualitas pelayanan juga terus didorong melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial.
Menurut dia, inovasi pelayanan dan komunikasi publik melalui media sosial tidak hanya berkaitan dengan penilaian kinerja BKPM, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memenuhi kewajiban serta pemantauan tata kelola pemerintahan, termasuk dalam konteks Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK.
Ia mengatakan sejumlah kementerian dan lembaga turut memberikan perhatian terhadap pengelolaan media sosial Pemerintah Kota Tangerang.
Bahkan, pihak Kementerian PAN-RB disebut telah menyampaikan apresiasi dan membuka peluang kerja sama untuk pengembangan lebih lanjut.
“Alhamdulillah, media sosial kita semakin meningkat dan mudah-mudahan ini memberikan kepuasan kepada masyarakat dalam optimalisasi layanan yang diberikan Pemerintah Kota, tidak hanya DPMPTSP tetapi Pemerintah Kota secara keseluruhan,” kata Sugihharto.
Ia menilai perkembangan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk melakukan inovasi serupa.
Menurut Sugihharto, pendekatan komunikasi publik saat ini juga perlu menyesuaikan karakter generasi muda, termasuk Generasi Z.
Karena itu, pihaknya terus memantau respons masyarakat melalui jumlah pengikut, penonton, komentar, serta bentuk interaksi lainnya.
Salah satu indikator peningkatan tersebut terlihat dari siaran langsung melalui TikTok yang dilakukan pada Sabtu.
Dalam durasi sekitar 47 menit, siaran tersebut disebut memperoleh sekitar 372.300 tanda suka dan menambah 1.031 pengikut.
“Trennya semakin naik terus berkaitan dengan follower, viewer, komentar, dan sebagainya. Komentar positif juga lebih banyak,” ujarnya.
Ia menegaskan, respons masyarakat, baik positif maupun negatif, tetap menjadi bahan evaluasi. Keluhan yang disampaikan melalui media sosial juga diupayakan untuk ditanggapi.
“Kalau ada keluhan, kita respons. Negatif dan positif ada, tetapi alhamdulillah selama ini yang positif lebih banyak dibandingkan yang negatif,” kata Sugihharto.
Bagi Pemerintah Kota Tangerang, masuknya daerah tersebut dalam enam besar penilaian kinerja PTSP nasional diharapkan tidak berhenti pada pencapaian penghargaan.
Hasil evaluasi dan masukan masyarakat akan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik dan menciptakan pemerintahan yang semakin transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Dra)

Tinggalkan Balasan