Video Penemuan Mayat Pria di Sepatan Timur Viral Dalam Kondisi Usus Keluar,Polisi Sampai Saat Ini Mencari Pelaku

Warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria. Foto: Istemewa.

WARTAXPRESS.com  – Warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria pada Jumat malam, 2 Oktober 2026.

Penemuan jasad tersebut sontak mengundang perhatian warga. Bahkan, video yang memperlihatkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan langsung beredar dan viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, korban diketahui merupakan pria berinisial H, berusia 25 tahun. Ia terlihat mengenakan kaus berwarna abu-abu dan celana jeans hitam panjang.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka cukup parah di bagian perut.

Tak jauh dari lokasi kejadian, warga juga menemukan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna merah yang diduga kuat milik korban.

Temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa H menjadi korban aksi pembegalan. Dugaan itu turut terekam dalam video yang beredar di media sosial.

“Korban dibegal kayaknya, ususnya keluar,” ujar seorang warga dalam rekaman tersebut.

Meski demikian, dugaan pembegalan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab sebenarnya di balik kematian korban.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota masih mengumpulkan sejumlah bukti dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Selain mengamankan sepeda motor yang ditemukan di sekitar lokasi, polisi juga menyita satu unit telepon seluler yang ditemukan di dalam saku celana korban. Ponsel tersebut kini menjadi salah satu barang bukti untuk membantu proses penyelidikan.

Sementara itu, jajaran Polsek Sepatan masih memeriksa sejumlah saksi guna mengumpulkan petunjuk dan merangkai kronologi kejadian.

Polisi juga masih mendalami berbagai kemungkinan terkait kematian H. Hingga penyelidikan selesai, belum ada kesimpulan resmi mengenai apakah korban benar menjadi sasaran pembegalan atau terdapat motif lain di balik peristiwa tersebut.

Masyarakat pun diminta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian korban sebelum adanya keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup