Ini Penyebab Kebakaran Tumpukan Sampah di Pondok Bahar Yang Membuat Petugas Damkar Kerja Ekstra

Petugas BPBD Kota Tangerang dari UPT Damkar Ciledug melakukan metode suntik untuk padamkan kebakaran pada tumpukan sampah di Pondok Bahar, Minggu (09/08/26).

TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Kebakaran melanda sebuah lahan kosong di wilayah RW 06, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Minggu (09/08/26). Petugas BPBD Kota Tangerang dari UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciledug sempat temui kesulitan saat memadamkan api, lantaran material sampah kayu dan tripleks yang terbakar tertimbun puing bebatuan padat dengan kedalaman mencapai dua meter.

Komandan Regu (Danru) 3 UPT Damkar Ciledug, Syuhada, menuturkan kondisi material yang tertimbun puing membuat bara api sulit dijangkau hanya dengan penyemprotan biasa dari luar, sehingga memicu kepulangan asap yang membahayakan saluran pernafasan.

“Karena memang yang terbakar ini buangan sampah yang di atasnya tertutupi puing-puing kedalaman kurang lebih dua meter. Kebanyakan bahan material kayu atau tripleks ada di bawah, makanya perlu waktu panjang untuk memadamkan,” ujar Syuhada saat di konfirmasi di lokasi kejadian.

Untuk mengatasi kendala tersebut, personel pemadam menerapkan teknik khusus agar air dapat menembus ke titik terdalam tumpukan sampah.

“Kita pakai metode suntik dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi 8 hingga 9 bar langsung ke dalam tumpukan puing untuk menjangkau material kayu di bawahnya,” lanjutnya.

Syuhada mengakui sebanyak 15 personel dan 4 unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Saat petugas tiba, area yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 80 persen lantaran kondisi cuaca musim kemarau yang membuat material mudah tersulut.

Meskipun membutuhkan penanganan ekstra, petugas tidak mengalami kendala pasokan air karena lokasi kebakaran berada tepat di pinggir kali. Mesin pompa dapat langsung mengambil air dari sungai tersebut.

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau warga sekitar untuk tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan kesehatan.

“Ke masyarakat kita imbau jangan menonton karena memang asapnya cukup pekat dan berbahaya. Cukup di rumah saja, selain itu dilarang melakukan pembakaran liar, karena faktor cuaca yang dapat menyulut api cepat merembet,” tegas Syuhada.

Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Pondok Bahar, Hernowo, menceritakan awal mula insiden kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut. Api diduga berasal dari pembakaran sampah kasur bekas yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

“Sepertinya ada yang bakar sampah berupa kasur bekas di sini. Nah, tidak ditungguin, bara atau apinya kedorong angin jadi merembet ke mana-mana,” kata Hernowo.

Melihat kobaran api makin membesar, warga langsung berinisiatif menghubungi pihak UPT Damkar Ciledug. Hernowo pun mengapresiasi respons cepat dari jajaran pemadam yang langsung datang ke lokasi hingga api berhasil dikendalikan.

Terkait keberadaan tumpukan puing di lahan kosong milik warga tersebut, Hernowo menjelaskan bahwa penimbunan puing awalnya disetujui pengurus RT dan RW setempat atas pertimbangan mitigasi banjir.

“Rencana mau buang puing di sini agar lahannya tinggi. Kalau banjir, air dari kali sering rembes masuk ke komplek. Jadi kami bersama pengurus RT/RW berpikir dengan ditutup puing, lahan ini bisa jadi tanggul untuk menahan air kali,” terang Hernowo.

Pasca insiden kebakaran, pihak RW menyatakan telah menghentikan sementara aktivitas pembuangan puing di lokasi tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup