Mandi Bareng 6 Teman di Kali Cisadane, Bocah 12 Tahun Hilang Terseret Arus
WARTAXPRESS.com TANGSEL – Tangis keluarga pecah di bantaran Kali Cisadane, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, setelah seorang bocah berusia 12 tahun bernama Nil Angkasa dilaporkan hilang usai terseret arus saat mandi bersama enam temannya, Sabtu (25/7/2026) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu Nil bersama enam teman sebayanya menghabiskan waktu libur akhir pekan dengan mandi di aliran Kali Cisadane.
Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya mengatakan korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang. Saat bermain di sungai, Nil tiba-tiba terbawa arus deras.
“Korban yang diketahui tidak bisa berenang terbawa arus sungai. Teman-temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban tidak berhasil diselamatkan dan tenggelam,” kata Dhady, Minggu (26/7/2026).
Melihat rekannya hanyut, enam teman korban berupaya menarik Nil ke tepian. Namun derasnya arus sungai membuat usaha penyelamatan itu gagal. Korban akhirnya menghilang dari pandangan.
Keluarga Dapat Kabar Saat Malam Hari
Informasi mengenai tenggelamnya Nil baru diterima keluarga beberapa jam setelah kejadian. Sekitar pukul 19.00 WIB, tante korban, Imas, mendapat kabar bahwa keponakannya hilang di Kali Cisadane.
Ia pun langsung menuju lokasi, sementara Ketua RT setempat menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan untuk meminta bantuan pencarian.
“Pukul 19.00 WIB Bu Imas mengetahui informasi dari keluarga bahwa keponakannya tenggelam di Kali Cisadane. Pak RT kemudian menghubungi BPBD Kota Tangsel,” ujar Dhady.
Tim Gabungan Sisir Kali Cisadane
Tim gabungan dari BPBD Kota Tangerang Selatan, kepolisian, dan relawan tiba di lokasi sekitar pukul 19.20 WIB. Petugas langsung melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sekitar lokasi korban diduga tenggelam.
Operasi pencarian berlangsung hingga tengah malam dan dihentikan sementara pada pukul 00.00 WIB karena kondisi gelap. Pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Minggu pagi mulai pukul 07.00 WIB.
Hingga berita ini ditulis, korban masih belum ditemukan. Petugas gabungan terus menyisir sepanjang aliran Kali Cisadane dengan harapan korban segera dapat ditemukan.
Warga Diimbau Tingkatkan Pengawasan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sungai. Meski permukaan air terlihat tenang, arus di dasar sungai dapat berubah sewaktu-waktu dan membahayakan, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang.
Petugas juga mengimbau warga agar tidak menjadikan sungai sebagai lokasi bermain tanpa pengawasan orang dewasa demi menghindari kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan