Waspada Modus SIM Swap, Rekening Bisa Dibobol Tanpa Sadar
WARTAXPRESS.com- Kejahatan siber berupa modus SIM Swap belakangan tengah menjadi perhatian karena berpotensi menguras rekening korban.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany menjelaskan, SIM Swap merupakan metode penipuan dengan cara mengambil alih nomor telepon milik korban menggunakan data pribadi yang telah dicuri sebelumnya.
Setelah berhasil menguasai nomor tersebut, pelaku dapat menerima kode verifikasi atau OTP yang biasa digunakan untuk mengakses layanan perbankan maupun akun digital lainnya.
Menurut Mugiya, nomor ponsel saat ini memiliki peran penting karena menjadi akses utama ke berbagai layanan digital, termasuk aplikasi perbankan.
“Masyarakat harus selalu ingat bahwa nomor ponsel saat ini bukan sekadar alat komunikasi biasa, melainkan sudah menjadi kunci akses utama ke berbagai akun penting kita, terutama perbankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan kelengahan korban untuk mendapatkan akses ke akun keuangan.
“Tetaplah waspada, karena pelaku kejahatan hanya membutuhkan satu celah kelengahan kita untuk menguras isi rekening,” kata Mugiya.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), aksi SIM Swap umumnya diawali dengan pencurian data pribadi melalui berbagai modus, seperti phishing.
Setelah memperoleh data korban, pelaku kemudian menyamar sebagai pemilik nomor dan mengajukan pergantian kartu SIM kepada operator seluler.
Jika berhasil, nomor ponsel korban akan berpindah ke kartu SIM yang dikuasai pelaku.
Dalam kondisi tersebut, seluruh pesan berisi kode OTP akan masuk ke perangkat pelaku sehingga akses ke akun digital korban menjadi lebih mudah dibobol.
Untuk mengurangi risiko menjadi korban, masyarakat disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun digital, mengganti kata sandi secara berkala, serta tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.
Selain itu, jika nomor ponsel tiba-tiba kehilangan sinyal atau tidak dapat digunakan tanpa penyebab yang jelas, masyarakat diminta segera menghubungi operator seluler agar nomor tersebut tidak disalahgunakan.
“Jika nomor ponsel tiba-tiba mati atau hilang sinyal tanpa alasan jelas, segera laporkan ke operator sebelum pelaku sempat membobol akun perbankan,” tegas Mugiya.
Diskominfo Kota Tangerang juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan pemahaman terkait keamanan digital guna menghindari berbagai bentuk penipuan siber yang semakin berkembang.

Tinggalkan Balasan