Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Sebut Waktu Pelaksanaan Masih Terlalu Jauh dari Nataru
WARTAXPRESS.com- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memutuskan menunda pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juni ini.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi karena operasi itu dinilai lebih tepat digelar mendekati momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, Operasi Patuh merupakan bagian dari rangkaian operasi cipta kondisi yang berkaitan dengan pengamanan akhir tahun.
“Operasi patuh memang sudah kami sosialisasikan itu ya, jadi begini rekan-rekan. Ada lima agenda besar operasi di kepolisian, khususnya di Korlantas. Yang pertama adalah Operasi Keselamatan, itu mendahului Operasi Ketupat. Setelah Operasi Ketupat, ada Operasi Patuh dengan Zebra, itu adalah operasi cipta kondisi pada saat operasi Natal dan Tahun Baru,” jelas Agus, Senin, 8 Juni 2026, dikutip dari detikcom.
Menurutnya, hasil analisis dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan Operasi Patuh saat ini masih terlalu jauh dari agenda Nataru sehingga diputuskan untuk ditunda sementara.
“Jadi, jaraknya masih jauh, sehingga Operasi Patuh, hasil analisa dan evaluasi, mungkin nanti setelah mendekati kegiatan Natal,” ujarnya.
Meski demikian, Korlantas Polri belum menentukan jadwal baru pelaksanaan Operasi Patuh. Kepastian waktu pelaksanaan masih menunggu evaluasi lanjutan serta arahan dari pimpinan Polri.
“Tentunya nanti kami akan evaluasi dan minta petunjuk pimpinan ya. Dalam hal ini Astamaops, nanti tepatnya kapan, apakah setelah HUT Bhayangkara atau mungkin satu bulan setelah HUT Bhayangkara yang mana operasi tersebut adalah cipta kondisi mendekati operasi Natal dan Tahun Baru, baik itu patuh dan Operasi Zebra,” jelasnya.
Sebelumnya, Korlantas telah menyiapkan pola penindakan dalam Operasi Patuh yang terdiri dari 60 persen melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), 30 persen tilang manual, dan 10 persen berupa teguran atau imbauan simpatik.
Agus menegaskan tujuan utama operasi tersebut bukan semata-mata melakukan penindakan, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

Tinggalkan Balasan