Elite Goldfish Championship 2026, Upaya Bangkitkan Kejayaan Ikan Lokal dan Dongkrak Ekonomi Kreatif
TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Perhelatan akbar bagi para pecinta ikan hias khususnya mas koki digelar dalam tajuk Elite Goldfish Championship (EGC) 2026 dengan membawa konsep battle team, di gelar di Pacific Garden, Alam Sutera, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada tanggal 7 hingga 10 Mei 2026.
Ini bukan sekadar kompetisi kecantikan ikan biasa, melainkan panggung adu strategi dan konsistensi bagi para groomers (perawat ikan) terbaik yang tersebar di pulau Jawa. Sebanyak delapan kategori bergengsi dilombakan, mulai dari Oranda Long Tail dan Short Tail, Ranchu A dan B, hingga varian Ryukin dan Demekin.
Penyelenggara kontes, Tomy Nurdiansyah menjelaskan konsep Battle Team ini sengaja diciptakan untuk membangun ekosistem yang lebih solid. Menurutnya, ajang ini adalah pembuktian kualitas keeping (pemeliharaan) selama tiga bulan penuh yang diuji di atas panggung nasional.
“Tujuan utamanya adalah mengumpulkan para penggiat agar bisa saling belajar cara memelihara atau keeping ikan mas koki dengan benar. Kita ingin membangun koneksi agar mereka bisa memelihara, menjual, hingga berbisnis bareng,” ujar Tomy saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (09/05/26).
Tak tanggung-tanggung, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp250.000.000, sebuah angka yang mempertegas bahwa hobi ikan mas koki kini telah bertransformasi menjadi industri yang profesional dengan nilai ekonomi tinggi.
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, Tomy optimis bahwa kontes berskala besar seperti EGC 2026 akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya di sektor UMKM. Meski ikan hias termasuk kategori kebutuhan tersier, antusiasme peserta menunjukkan daya beli yang masih stabil.
“Sistem seperti ini pasti ada efek domino ekonominya. Memang perdagangan sekarang cukup lesu, tapi untuk ikan koki, melihat mahar (hadiah dan transaksi) seperti ini, menurut saya perkembangannya masih sangat bagus,” tambahnya.
Salah satu poin krusial dalam EGC 2026 adalah komitmen penuh terhadap penggunaan ikan asli lokal Indonesia. Tomy menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan nilai tawar petani ikan dalam negeri.
“Kita sudah komit ikan lokal yang harus diangkat lebih bagus lagi karena UMKM-lah yang menguasai Indonesia nanti. Kita ingin petani terangkat, hobi terangkat, dan brand lokal juga naik. Jadi majunya bareng-bareng, tidak jalan masing-masing,” tegas Tomy.
Dengan adanya standar kontes yang tinggi, diharapkan terjadi peningkatan rantai nilai, mulai dari pertumbuhan transaksi jual-beli, kemunculan breeder lokal baru, hingga berkembangnya industri aksesori akuarium.
EGC 2026 bukan sekadar kontes, melainkan sebuah gerakan untuk mengembalikan kejayaan industri ikan mas koki Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan