Kecam Tewasnya Bocah Tersengat Listrik, DPRD Minta Anggaran PJU di Audit
TANGSEL, WARTAXPRESS.com — Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan mengecam keras insiden tewasnya seorang bocah akibat tersengat listrik dari tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) program “Tangsel Terang”.
Peristiwa tragis itu dinilai bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan alarm serius atas lemahnya pengawasan dan pemeliharaan fasilitas publik di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PSI, Alex Prabu, menyayangkan kelalaian pengelolaan instalasi listrik PJU yang diduga menyebabkan hilangnya nyawa seorang anak.
“Ini tamparan keras bagi Pemkot Tangsel. Fasilitas publik seharusnya melindungi warga, bukan malah menjadi ancaman mematikan,” tegas Alex. Jum’at 08 Mei 2026.
Ia secara khusus menyoroti program “Tangsel Terang” yang selama ini kerap dipromosikan pemerintah kota. Bagi Alex, pemasangan lampu jalan tidak ada artinya jika aspek keselamatan diabaikan.
“Percuma lampu menyala terang kalau instalasinya membahayakan warga. Pemeliharaan berkala itu wajib, bukan formalitas,” katanya.
Alex menilai Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan tidak boleh hanya fokus pada target pemasangan atau estetika kota, tetapi juga harus memastikan seluruh instalasi listrik aman dari risiko kebocoran arus.
Politisi itu juga mengingatkan agar pemerintah tidak melempar tanggung jawab kepada korban atau aktivitas warga di sekitar lokasi kejadian.
“Jangan cari kambing hitam. Jangan salahkan anak-anak yang bermain. Yang harus bertanggung jawab adalah instansi pengelola teknisnya,” cetusnya.
Ia mendesak agar dilakukan audit total terhadap seluruh jaringan PJU di tujuh kecamatan di Tangsel. Pemeriksaan, kata dia, harus menyasar kabel terkelupas, grounding, hingga sistem pengaman arus listrik yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Alex bahkan meminta keselamatan warga dijadikan indikator utama kinerja dinas terkait.
“Nyawa warga harus jadi prioritas utama. Jangan tunggu ada korban berikutnya baru sibuk evaluasi,” ujarnya.
Dalam tuntutannya, Alex meminta Pemkot Tangsel segera, Melakukan audit menyeluruh seluruh instalasi PJU dan memastikan semua tiang memiliki sistem proteksi arus bocor.
“Kami meminta untuk memprioritaskan area padat penduduk dan taman bermain untuk pemeriksaan cepat, Menetapkan standar pengawasan rutin yang ketat dan terukur,”ungkapnya.
Diketahui, Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kelalaian pemeliharaan maupun langkah evaluasi pasca-insiden maut tersebut.
Kasus tewasnya bocah akibat sengatan listrik dari tiang PJU kini memicu sorotan luas publik dan menjadi ujian serius bagi komitmen keselamatan fasilitas publik di Kota Tangerang Selatan.

Tinggalkan Balasan