WartaXpress

Update Berita Tanpa Ketinggalan

Minggu, 10 Mei 2026

AirNav Indonesia dan Singapura Kompak Atur Langit Asia Pasifik

TANGERANG, WARTAXPRESS.com— AirNav Indonesia memperkuat kerja sama strategis dengan Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) dalam pengelolaan lalu lintas udara kawasan Asia Pasifik. Kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2026).

Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno mengatakan, kerja sama kedua pihak difokuskan pada pengembangan sistem Air Traffic Flow Management (ATFM), penerapan Cross-Border Extended Arrival Flow Management (FlexMAN), hingga modernisasi navigasi penerbangan melalui skema Minimum Implementation Path (MIP).

Menurut Avirianto, CAAS menilai penguatan kolaborasi regional menjadi langkah penting untuk menghadapi lonjakan trafik udara Asia Pasifik dalam beberapa dekade mendatang.

“Pengelolaan lalu lintas udara di masa depan tidak bisa dilakukan secara terpisah. Dibutuhkan interoperabilitas sistem dan koordinasi lintas negara agar ruang udara Asia Pasifik dapat dikelola lebih aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Avirianto.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas konsep Regional Air Traffic Management (RATM) yang menitikberatkan pada modernisasi sistem pengaturan lalu lintas udara, peningkatan situational awareness, serta collaborative decision making antarotoritas navigasi penerbangan di kawasan.

Tak hanya itu, AirNav Indonesia turut menegaskan keterlibatannya dalam forum APAC Traffic Flow Coordination Call (TFCC). Forum regional ini berfungsi memperkuat pertukaran informasi terkait kondisi trafik udara, cuaca, prediksi kepadatan ruang udara, hingga pengaturan arus penerbangan antarnegara secara terintegrasi.

Salah satu agenda utama yang ikut dibahas yakni pengembangan FlexMAN. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengaturan kedatangan pesawat lintas negara secara lebih efisien melalui koordinasi sequencing dan pengendalian arus lalu lintas sejak awal fase penerbangan.

Implementasi sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan prediktabilitas waktu kedatangan pesawat, mengurangi kepadatan terminal airspace, mengoptimalkan penggunaan ruang udara, sekaligus menekan konsumsi bahan bakar penerbangan.

AirNav Indonesia menilai penguatan kerja sama regional menjadi langkah krusial seiring proyeksi pertumbuhan trafik udara Asia Pasifik yang diperkirakan melonjak signifikan dalam dua dekade mendatang. Kondisi itu dinilai bakal memunculkan tantangan baru berupa meningkatnya kompleksitas ruang udara, kepadatan trafik, hingga tuntutan efisiensi operasional penerbangan.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi CAAS juga meninjau Indonesia National Air Navigation Center (INMC) sebagai pusat orkestrasi layanan navigasi penerbangan nasional milik AirNav Indonesia. Selain itu, rombongan turut mengunjungi lokasi New Jakarta Air Traffic Service Center (New JATSC) yang kini memasuki tahap finalisasi implementasi Air Traffic Management System (ATMS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup