Syiarkan Ramadan, 35 Grup Hadroh Se-Jabodetabek Unjuk Kebolehan di Gebyar Ramadhan Karim Al-Ittihad 2026
TANGERANGKOTA, WATRAXPRESS.com Suasana religius nan meriah menyelimuti gelaran Gebyar Ramadhan Karim Al-Ittihad 2026 di Masjid Agung Al-Ittihad, Kota Tangerang. Salah satu agenda yang paling dinanti, yakni perlombaan Hadroh yang sukses menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, pada hari Rabu (04/03/26).
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 35 grup hadroh kategori umum dari wilayah Se-Jabodetabek turut serta untuk unjuk keterampilan mereka dalam memperebutkan gelar juara.
Ketua Panitia Gebyar Ramadhan Karim Al-Ittihad 2026, Aulia Destifa, menuturkan tingginya minat peserta membuat panitia membagi perlombaan ke dalam dua sesi waktu.
“Kami melaksanakan lomba hadroh dalam dua sesi, yaitu pagi dan siang hari. Untuk sesi siang ini, tercatat ada 35 grup peserta yang hadir dari wilayah Jabodetabek,” ujar Aulia saat ditemui di lokasi acara
Meskipun didominasi kalangan pelajar, Aulia menegaskan bahwa perlombaan ini dibuka untuk kategori umum. Hal ini terlihat dari keberagaman latar belakang peserta yang tampil di atas panggung.
“Hadroh kita tingkat umum, mulai dari jenjang SMP sampai yang sudah kuliah pun ada. Namun, memang paling banyak diminati kalangan anak sekolah, seperti SMP dan SMA,” tambahnya.
Dalam menentukan pemenang, panitia menghadirkan tiga juri kompeten yang berasal dari latar belakang pesantren, pengurus Fatayat, hingga ketua komunitas hadroh yang berafiliasi dengan grup sholawat ternama, Az-Zahir.
Ada tiga poin utama yang menjadi standar penilaian yakni adab dan penampilan yang dinilai sejak peserta tiba hingga performa di atas panggung, kemudian kualitas suara dan keselarasan nada, serta ketepatan pukulan perkusi hadroh serta kefasihan sholawat yang dibawakan.
Berbeda dengan lomba pada umumnya, panitia menetapkan aturan khusus terkait pemilihan lagu, dimana setiap grup diwajibkan membawakan salah satu dari dua pilihan lagu wajib sebagai bentuk syiar.
“Kami tidak menentukan tema khusus, namun ada lagu wajib yang harus dibawakan. Peserta bisa memilih antara Sholawat Nahdliyyin atau Syubbanul Wathon. Setelah itu, mereka bebas membawakan sholawat umum lainnya,” jelas Aulia.
Semangat para peserta pun semakin terpacu dengan total hadiah mencapai Rp.11.500.000 untuk tiga grup pemenang hasil penilaian juri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seni hadroh terus lestari di kalangan generasi muda sekaligus mempererat tali silaturahmi antar pecinta sholawat di wilayah Jabodetabek.

Tinggalkan Balasan